Tampilkan postingan dengan label info dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info dunia. Tampilkan semua postingan

23 Maret, 2011

Misteri Kuburan Bahtera Nuh

INILAH.COM, Jakarta – Menurut kitab asal mula, Bahtera Nuh penyelamat banjir dahsyat, berada di Gunung Ararat di Turki. Benarkah bahtera itu berada di sana?

Mantan bintang Baywatch Donna D’Errico, baru-baru ini, mengumumkan akan pergi ke gunung itu guna mencari sisa-sisa Bahtera Nuh. Tiap tahun, banyak tim pendaki yang mengklaim menemukan bahtera itu. Bahkan pencarian satelit pada gunung dilakukan.

Pencarian itu fokus pada ‘Anomali Ararat’. Formasi seukuran bahtera di puncak gunung itu difoto Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) pada 1949. Bahkan, secara ilmiah, kebenaran adanya banjir dahsyat itu dipertanyakan.

Mungkin terdapat banjir besar selama setahun saat seorang pria beruntung dan keluarganya berada dalam perahu besar. Namun suatu hal tak ilmiah membayangkan sebuah bahtera berakhir di puncak Gunung Ararat setinggi 24,7 ribu meter.

Sederhananya, tak ada cukup air di Bumi mencapai Gunung Ararat yang memang tinggi, megah, dan berada di luar jangkauan air itu. Bagi mereka yang percaya keajaiban dan percaya adanya lebih banyak air saat banjir 40 hari pada enam ribu tahun silam itu, tetap saja mustahil Anomali Ararat adalah sebuah Bahtera.

Direktur Boston University Center for Remote Sensing Farouk El-Baz mengatakan, orang-orang itu menafsirkan citra satelit itu dengan pandangan bias. "Hingga kini, semua gambar yang pernah saya lihat bisa diartikan sebagai bentang alam," katanya.

Fitur yang ditafsirkan sebagai ‘Anomali Ararat’ adalah birai batu pada bayangan parsial yang dilengkapi ketebalan salju dan es yang bervariasi, tutupnya.

22 Maret, 2011

Pengebom siluman dilawan rudal kuno

”Aksi militer bukan pilihan pertama saya. Ini (serangan) bukan luaran yang kami, atau mitra kami, cari. (Tapi) kami tak bisa berdiri berpangku tangan ketika seorang tiran mengatakan kepada rakyatnya 'tidak akan ada ampun’.” Presiden AS Barack Obama dari Brasil, Sabtu, 19 Maret 2011, NPR/AP



Minggu (20/3) dini hari itu Libya benar-benar hujan bom. Meski tak dikonfirmasi oleh Washington, stasiun televisi CBS memberitakan ada pengebom siluman (stealth) B-2 Spirit Amerika yang ambil bagian dalam pengeboman Libya. Lalu di Laut Tengah yang berbatasan dengan Libya di utara ada sejumlah kapal perusak AS berpeluru kendali kelas Arleigh Burke yang bersama dengan kapal perang Inggris HMS Triumph melontarkan 124 rudal jelajah Tomahawk.

Tidak kalah aksinya adalah jet penyerang darat Tornado GR4 Inggris dan Mirage 2000 Perancis yang juga ikut menghantam sasaran-sasaran di Libya.

Dengan itu, perang Libya telah dimulai. Kekuatan sekutu Eropa ditambah AS, beberapa negara seperti Denmark, dan perlawanan Libya berhadapan dengan Pemerintah Libya di bawah pimpinan Kolonel Moammar Khadafy yang dinilai sudah tidak lagi punya legitimasi.

Setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui penegakan zona larangan terbang Kamis silam, seperti disinggung oleh George Friedman dari Stratfor, Senin, ada sejumlah strategi yang dipikirkan oleh sekutu. Yang pertama sekadar menegakkan zona larangan terbang. Yang kedua, penegakan zona disertai dengan serangan terhadap pusat-pusat komando-dan-kontrol. Yang ketiga, bisa juga kedua hal tersebut ditambah dengan serangan darat langsung ke kekuatan Khadafy. Yang terakhir itu sudah dekat dengan pilihan yang paling luas, yakni invasi dan pendudukan Libya.

Ketika di permukaan pembicaraan politik berlangsung, baik di New York maupun di Paris, hingga Sabtu lalu, persiapan untuk menggempur telah dilakukan. Kontak dengan kelompok perlawanan untuk menyiapkan mereka terhadap apa yang bakal terjadi, pembangunan saluran komunikasi dan logistik, masuk dalam aktivitas praserangan. Termasuk di sini adalah juga penetapan sasaran serangan serta rekonaisans sasaran untuk memberi informasi paling mutakhir. Landasan bagi perang juga ditopang oleh rekonaisans dari udara dan antariksa.

Menurut Friedman, perang dilancarkan dengan serangan pertama berupa serangan melumpuhkan untuk menghancurkan dan mengisolasi struktur komando. Serangan ini juga dimaksudkan untuk membunuh para pemimpin, seperti Khadafy, dan anak-anaknya dan pemimpin senior lain.

Menyisakan kehancuran

Ketika mesin perang sekutu itu digunakan, Khadafy yang sebelum ini berhasil menekan balik kekuatan pemberontak dengan keunggulan di udara mengalami kesulitan untuk menghadapinya.

Rudal jelajah Tomahawk datang bak palu godam yang menghancurkan pusat-pusat komando Khadafy, selain juga pangkalan dan konsentrasi kekuatan Khadafy. Tomahawk yang sudah diciri sebagai senjata pembuka serangan semenjak Perang Teluk 1991 terbang mengikuti kontur permukaan Bumi.

Deretan sistem pertahanan udara Libya didukung oleh peralatan buatan Rusia, yakni SA-6 Gainful/SA-8 Gecko. Ada juga brigade dengan SA-3 Goa dan SA-2 Guideline. Namun, yang disebut-sebut sebagai ancaman adalah sistem rudal antipesawat SA-5A Gammon (The Military Balance, IISS, 2010).

Gammon adalah rudal antipesawat yang bisa mencapai ketinggian sekitar 40 km dan jangkauan mendekati 300 km.

Untuk pesawat yang terbang rendah, pertahanan udara Libya juga mengoperasikan SA-7 Grail yang mampu melesat dengan kecepatan maksimum sekitar 2.000 km per jam dengan jangkauan 5 km. Televisi Libya menayangkan sebuah pesawat Perancis yang diklaim ditembak jatuh oleh pertahanan udara Libya meski Perancis menyangkal berita tersebut.

Guna memperkuat serangan penghancuran terhadap pertahanan udara Libya, jet Tornado GR4 Inggris dipersenjatai dengan rudal Storm Shadow. Rudal seberat 1,3 ton dan berjelajah sekitar 250 km ini menuju sasaran dengan dipandu sinyal GPS.

IISS juga menyebutkan, Angkatan Udara Libya mengoperasikan 374 pesawat yang layak tempur, antara lain, terdiri dari jet tempur Mirage F-1E, MiG-25 Foxbat, MiG-23 Flogger, dan MiG-21 Fishbed yang lebih tua lagi. Pangkalan-pangkalan udara ini pula yang diperkirakan menjadi sasaran rudal Tomahawk, dan juga bom yang diangkut oleh pengebom B-2 bila benar pengebom ini ikut dalam serangan.

Bila radar dan sistem pertahanan udara lain telah dipatahkan, sasaran penting berikut pastilah kekuatan darat Khadafy. Hadirnya jet tempur Rafale dan Mirage Perancis dilaporkan juga untuk menghancurkan tank-tank Khadafy yang kemarin ini sudah memukul kekuatan perlawanan di sekitar Benghazi.

Serangan dengan Tomahawk diyakini telah menimbulkan kehancuran besar di pusat-pusat militer Libya. Namun, berikutnya muncul pertanyaan, sebagaimana juga telah muncul di Perang Teluk dan invasi AS ke Irak tahun 2003, apakah perang lalu otomatis dimenangi setelah pertahanan udara lumpuh?

Menyusul serangan sekutu, Kolonel Khadafy telah membuka gudang senjata dan mempersenjatai rakyat yang masih mendukungnya dengan senapan otomatis, mortir, dan bom untuk melawan sekutu dan menjadikan invasi Barat berkepanjangan.

Masih terbuka pertanyaan, apakah tipe perang akan seperti Kosovo di mana operasi udara berlangsung berkepanjangan, atau kemudian—seperti juga dikemukakan Friedman—berubah menjadi operasi darat.

Melihat pengalaman di Irak, tentara pendudukan dengan persenjataan mutakhir seperti AS dan Inggris pun masih harus menghabiskan waktu lama dan korban banyak untuk menuntaskan perang.

Kini, Tomahawk telah diluncurkan, kapal induk Charles de Gaulle yang didukung 20 pesawat dan helikopter telah dikerahkan. Libya secara militer bisa dilumpuhkan.

Namun, hasil akhirnya terpulang kepada Khadafy dan pendukungnya, apakah pilih bertarung sampai titik darah penghabisan atau menyerah. (Yahoo.Co.Id)

21 Maret, 2011

AS Lakukan Kejahatan HAM

Serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat kali ini lagi-lagi mematikan. Korbannya diyakini mayoritas penduduk sipil.

Serangan itu sendiri, menurut warta AP dan AFP, terjadi pada Jumat (18/3/2011) di dekat ibu kota Waziristan Utara, Miranshah. Kala itu dua pesawat tak berawak AS menembakkan tiga rudal ke arah pertemuan suku di lokasi itu.

Karuan saja, Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Ashfaq Pervez Kayani mengutuk kejadian itu. Sejatinya, militer Pakistan kerap membuat pernyataan yang menyesalkan jatuhnya korban sipil, tetapi hampir tidak pernah mengkritik serangan yang mengakibatkan tewasnya warga sipil itu.

Namun, kali ini Jenderal Kayani dengan keras menyatakan serangan itu merupakan sebuah kejahatan mutlak terhadap hak asasi manusia. ”Sangat disesalkan bahwa sebuah jirga (pertemuan) damai para tetua masyarakat di kawasan itu secara sembrono diserang tanpa memedulikan nyawa manusia,” kata Kayani.

Menurut warga setempat, pertemuan itu dilakukan untuk mendiskusikan dan menyelesaikan perselisihan kepemilikan lahan tambang krom di kawasan itu. Warga mengklaim tidak ada kelompok militan dalam pertemuan tersebut.

”Serangan seperti ini terhadap rakyat Pakistan tidak bisa dibenarkan dan tidak bisa ditolerir dengan alasan apa pun,” kata Kayani.

Dia mengatakan pula tindakan kekerasan sembrono seperti itu justru akan semakin mempersulit perang melawan terorisme. Serangan itu ternyata merupakan serangan paling mematikan sejak 2006 yang melibatkan pesawat tanpa awak.

Serangan itu meningkatkan eskalasi politik di kawasan itu sejak Presiden Barack Obama menduduki jabatannya. Tahun lalu dilaporkan terjadi sedikitnya 100 serangan seperti ini.

12 Maret, 2011

Foto Gempa dan Tsunami di Jepang 11 Maret 2011

Di Jepang pada 11 Maret 2011 kemarin sekitar pukul 14.46 waktu setempat telah terjadi gempa dengan kekuatan 8.9 SR, dilanjutkan dengan gempa-gempa susulan berikutnya telah menimbulkan tsunami setinggi 10 meter yang mengakibatkan kerusakan cukup parah dibeberapa daerah.

Berdasarkan data dari earthquake.usgs.gov, titik gempa yang menimbulkan tsunami di Jepang berasal dari radius 130 km timur kota Sendai, Honshu atau 373 km dari Tokyo dengan kedalaman 24,4 km.

Sejauh ini diperkirakan jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami mencapai seribu orang. Perkiraan itu didasarkan kerusakan bangunan dan cepatnya laju gelombang tsunami menghantam daratan.

Di tahun 1923, Jepang juga pernah diguncang gempa hebat. Gempa saat ini merenggut nyawa manusia sebanyak 140 ribu orang.

Berikut ini adalah beberapa foto yang menggambarkan betapa dahsyatnya gempa serta tsunami yang terjadi di Jepang pada Jum'at 11 Maret 2011.

Tampak mobil-mobil hanyut terbawa arus gelombang tsunami.


Kebakaran di kilang minyak Cosmo di kota Ichihara di prefektur Chiba dekat Tokyo. Kebakaran dipicu gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang mengguncang Jepang.


Kapal-kapal tampak terbalik seusai diseret gelombang tsunami.