Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

07 Desember, 2010

Selamat tahun Baru 1 Muharram 1432 H

Tahun baru hijrah merupakan momentum yang sangat penting bagi seorang Muslim untuk memperbaiki jatidirinya sebagai seorang yang beriman,karena momen tersebut bisa dijadikan sebagai bahan instrrospeksi dalam dirinya. Apakah yang di lakukan selama setahun sudah sesuai dengan ajaran agama yang di yakininya atau bisa jadi sangat jauh dari jalan lurus yang di pandu agama yang di peluknya.

Sebagai seorang Muslim mari kita sejenak merenung, bermuhasabah agar kita bisa berbuat lebih baik lagi di Tahun ini, baik dalam kehidupan dunia dan baik dalam mempersiapkan bekal kelak di kehidupan setelah dunia ini. Selamat tahun Baru 1432 H dan sukses untuk kita semua

10 Agustus, 2010

Marhaban Ya Ramadhan

Alhamdulillah aku dipertemukan lagi
Dengan bulan Suci nan mulia
Bulan penuh Berkah dan ampunan
Bulan terbaik bagi Umat Islam

Ya Allah Semoga aku bisa memanfaatkan Bulan Suci Dengan Sepenuh hati
Mengharap RidhoMu, MaghfirohMu, RahmatMu dan Segala karuniaMu
Hanya kepadaMu kami Berharap
Wahai Engkau Yang Maha Segalanya

25 Desember, 2009

Menjelang Tahun 2010

Sebentar lagi kita akan memasuki Tahun baru 2010, pergantian Tahun biasanya diawali dengan perayaan kembang api dan kemeriahan lainnya, tapi haruskah selalu menyongsong Tahun baru harus begitu, pemborosan dan hura-hura di tengah keprihatinan yang sering melanda bangsa ini.

Pernahkah terbersit di benak kita melewatkan Tahun baru dengan sebuah ritual keagamaan, memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang di lakukan selama satu Tahun. Mudah-mudahan Tahun ini orang-orang lebih banyak berinstrospeksi untuk menjadi lebih baik di Tahun 2010 yang akan datang.

18 Desember, 2009

Kehidupan Bebas Dan Aborsi

Seperti di beritakan Jawa Pos Radar Semarang , sebuah pengakuan mengejutkan disampaikan oleh dr. Deasy Samantha Ardini Sp.OG. Msi. MED, MA saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi terbuka tentang aborsi, menurut dokter ahli kandungan ini 90% wanita belum menikah yang di tanganinya telah melakukan hubungan layaknya suami istri, Sehingga dengan tingginya angka seks bebas di kalangan remaja mendukung naiknya angka aborsi.

Ketika melihat fenomena seperti ini sudah seharusnya kita sebagai orang tua harus exstra hati-hati menjaga buah hati kita dari jeratan budaya free sexs ini. Bekal moral dan Agama harus kita tanamkan sejak dini dan cenderung lebih ketat, hal ini untuk memfilter segala budaya yang cenderung bebas dan tidak beradab. Ada sebuah ayat yang rasanya kita perlu renungkan secara mendalam yang artinya ” Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka” mari kita jaga keluarga kita dari hal-hal yang membahayakan Keimanan kita, salam.

29 Agustus, 2009

Idola

Setiap orang dalam hidup ini pastilah mempunyai seseorang atau tokoh yang menjadi idolanya, kita terkadang tanpa sadar akan berbuat dan berprilaku seperti sang idola. Tapi terkadang kita bisa berbuat berlebihan mengorbankan segalanya demi sang tokoh yang kita idolakan tidak perduli tokoh tersebut baik prilakunya ataupun jelek sehingga kalau ternyata yang kita idolakan itu berprilaku buruk kita akan menjadi orang yang prilakunya tidak jauh dari sang idola. Untuk itu seharusnya kita perlu menyeleksi untuk memilih tokoh tersebut menjadi idola kita.

Generasi muda kita tentunya juga tidak akan lepas dengan mengidolakan tokoh tertentu, untuk itu sebagai orang tua, sahabat, guru yang baik marilah kita beri pengarahan kepada mereka untuk memilih idola kepada tokoh-tokoh yang kita anggap akan membawa mereka kearah kebaikan dan Rasulillah SAW adalah tokoh yang patut kita idolakan, tapi yang menjadi pertanyaan kita masihkah kita dan generasi kita mengidolakan Rasulillah sebagi idola dalam hidup ini, rasanya patut kita renungkan.

20 Agustus, 2009

Mampukah Ramadhan 1430 H Menjadikan Kita manusia ideal

Manusia ideal yang di maksud adalah manusia yang mampu menyelaraskan dirinya pada kepentingan Dunia dan kepentingan setelah meninggalkan dunia ini, sebagai manusia yang mempunyai keyakinan atau Agama pastilah percaya bahwa hidup bukan hanya saat ini tapi ada lagi yang jauh lebih abadi yaitu kehidupan pasca kehidupan dunia, hidup di Dunia hanyalah sebagai sarana atau jalan yang harus kita lalui untuk menuju kehidupan haqiqi orang jawa bilang bahwa hidup didunia ini ibarat ”mampir ngombe” atau sekedar mampir untuk minum pada saat dahaga dan itu berarti belum sampai pada tujuan yang akan dicapai.

Menjadi manusia ideal yang bisa menyeimbangkan kehidupan Dunia dan akherat tidaklah mudah bahkan cenderung teramat sulit karena selalu ada saja rintangan dan halangan yang selalu mengikuti tanpa kenal lelah, cobaan dan godaan hidup akan selalu silih berganti, dari godaan yang paling menyenangkan hingga godaan yang sangat menyedihkan pada saat goda dan cobaan itu bisa kita lalui maka kita akan mendekati manusia ideal, salam.

16 Agustus, 2009

Sudahkah Hati Dan Jiwa Kita Merdeka

Besuk tepatnya tanggal 17 Agustus 2009 adalah hari Kemerdekaan Negeri tercinta Indonesia ini yang ke 64 banyak sudah yang telah di lewati selama 64 Tahun perjalanan Negeri ini, senagng , sedih, suka dan duka telah mewarnai kehidupan kita secara pribadi dan lingkungan dimana tempat kami tinggal sebenarnya sudah bisa menikmati kehidupan udara kemerdekaan, karena kebetulan tempat dimana kami tinggal merupakan sebuah perumahan yang di huni oleh orang-orang yang ysebagian besar mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, tapi tak lebih dari 500 meter dari tempat kami ada potret yang berbeda kemiskinan masih begitu kelihatan.

Meskipun kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta dan jabatan, boleh jadi mereka yang hidup dalam kategori miskin jauh lebih bahagia hatinya daripada yang hidup berkecukupan, sempat seorang teman kami mengatakan meskipun badan kita merdeka tapi sebenarnya jiwa dan hati kita belum merdeka, yah itulah yang terjadi dengan masyarakat modern sekarang ini hati dan jiwanya terkadang masih terbelenggu dengan, jabatan, harta, dan segala hal yang berbau nafsu duniawi entah sampai kapan hal ini akan terus bercokol di jiwa manusia seperti kita, haruskah maut yang memerdekakan hati dan jiwa kita, salam

12 Januari, 2009

Hati-Hati Aroma Syirik Menyelimuti Kehidupan Kita

Masih ingat maraknya Iklan tentang ramalan nasib yang sangat gencar di layar kaca kita dengan model REG spasi BLA, BLA, BlA.... atau Bahasa lain ” kamu kan lahirnya Jum’at Kliwon tidak cocok kerja di darat cocoknya kerja di Udara, atau Kirim REG Spasi.... Saya akan menuntun Kehidupan anda... Inilah santapan sehari-hari yang kita lihat saat ini, Meski pada dasarnya kita semua tidak percaya dengan ramalan tapi karena hal ini sering kita lihat dan apesnya kondisi kehidupan kita lagi tidak stabil terkadang meski hanya iseng kita terjebak ikut-ikutan sms, pada saat seperti itu terjadi sebenarnya bukan hanya rugi secara materi kita dibuatnya karena pulsa kita akan tersedot dengan sms balasan dari sang operator ( Dukun/ Peramal ) akan tetapi lebih jauh lagi Iman kita akan tergadai,karena secara tidak langsung kita mempercayai sebuah ramalan, bukankah sebagai orang yang beragama kita hanya boleh percaya, mengadu dan meminta hanya kepada Tuhan.

Kondisi perekonomian yang semakin sulit, banyaknya saudara-saudara kita yang kena korban PHK dan yang lainnya membuat cara berpikir yang tidak rasional sehingga praktik-praktik perdukunan modern menjadi semakin subur dengan cara via SMS, untuk itu sebaiknya kita berhati-hati dari jebakan praktek tersebut, Bahkan apabila kita cermati dunia film dan sinetron pun tak lepas dari hal-hal yang berbau mistik dan itu justru sekarang yang lagi laris. Syirik Dalam Islam adalah Dosa yang tidak terampuni oleh Allah, adapun prakteknya adalah segala sesuatu kepercayaan kepada kekuatan tertentu yang datangnya bukan dari Sang Pencipta tapi dari manusia, benda atau yang lainnya, untuk itu apabila kita telah terlanjur ikut ke dalam praktek-praktek tersebut segeralah tinggalkan dan bertaubat untuk kembali ke jalan yang telah digariskan oleh Allah.

Sesulit apapun kehidupan asalkan kita jalaninya dengan ikhlas menerima apa yang telah kita miliki dan selalu bersyukur niscaya akan membuat kehidupan ini menjadi tentram, bekerja dan berusaha untuk kehidupan yang lebih baik adalah wajib bagi kita, tetapi memaksakan untuk mendapatkan hasil terbaik dengan cara-cara tertentu dalam hal ini memakai praktek mistik atau dengan segala cara untuk mencapai tujuan adalah sesuatu yang naif yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain, Ya Allah tunjukkanlah kami Ke Jalan Lurus yaitu jalan yang Engkau Ridhoi dalam kami menapaki kehidupan ini, Amin.



03 November, 2008

Ketika persiapan Kematian Dilupakan

Manusia Hanyalah salah satu mahluk Tuhan dari sekian mahluk yang di Ciptakan, sehingga sesuai Sunnatullah atau hukum Alam kematian akan datang tiba-tiba yang tak pernah tahu kapan akan datang menghampiri kita. Banyak Orang lebih mempersiapkan hari Tuanya daripada mempersiapkan kematiannya dan ini dibuktikan oleh banyaknya orang yang sibuk mempersiapkannya melalui asuransi , dana pensiun dan lain sebagainya, sehingga pekerjaan yang menjamin hidup di hari tua masih cukup diserbu peminat seperti PNS, karena mereka beranggapan bahawa dengan menjadi PNS hidup mereka di hari tua akan lebih terjamin .
Sesuatu yang sangat wajar apabila seseorang mempersiapkan hari tuanya sejak dini, karena setiap orang merasa di saat lagi tidak produktif dengan bekal yang cukup tidak akan merepotkan orang lain meski yang direpotkan itu anaknya sendiri.

Ada hal yang paling haqiqi dalam hidup ini tetapi terkadang mereka melupakannya dan mempersiapkannya dengan asal-asalan bahkan cenderung dilupakan yaitu Kematian, banyak orang merasa kalau masih muda dan gagah beranggapan masih jauh dengan yang satu ini padahal kita semua tidak akan pernah tahu, karena akan datang sewaktu-waktu menurut kehendak sang Pencipta dan ketika saatnya telah datang tidak akan peduli apakah yang didatanginya itu sudah siap apa belum. Berkaca dari hal tersebut marilah kita semua mencoba disela-sela aktifitas dan rutinitas keseharian kita jangan lupakan meluangkan waktu sedikit untuk tabungan persiapan kematian kita yaitu dengan cara menjalankan sesuatu yang diperintahkan oleh Tuhan dan menjauhi Larangannya sesuai dengan keyakinan yang kita miliki.

Agama tidak melarang kita untuk mencari kesenangan hidup di Dunia ini sepanjang kesenangan itu tidak melanggar norma Agama, Orang menjadi kaya dan betrlimpah harta juga tidak pernah dilarang oleh Agama sebatas harta tersebut di peroleh sesuai garis yang telah di tentukan agama bahkan agama kita menyuruh kita menjadi hartawan agar bisa berbagi dengan orang lain yang membutuhkannya karena perlu diingat bahwa di dalam rizki yang kita miliki ini ada hak orang lain, sehingga sedekah adalah jalan untuk menyalurkan rizki tersebut kepada orang yang memiliki hak atas harta kita.
Terlepas dari semua yang sedang terjadi sebagai Insan yang memiliki akal pikiran dan Nafsu maka menyukai kehidupan dunia ini adalah hal yang sangat wajar tapi jangan pernah lupakan satu hal untuk tetap ingat bahwa ada kehidupan yang lebih abadi yang perlu juga kita persiapkan sejak saat ini.


16 Oktober, 2008

Membumikan Konsep Syari’ah Dalam Menghadapi Krisis Global

Dampak yang timbul dari krisis Ekonomi Global telah mulai dirasakan para pelaku bisnis dalam sekala besar, mau tidak mau kita harus mulai menyiapkan segala sesuatunya agar secara psikologis kita telah siap bila dampak tersebut sampai kepada kehidupan kita, kenapa yang harus kita siapkan psikologis kita terlebih dahulu ? .. karena sebagian besar masyarakat kita adalah menengah kebawah maka psikologis jauh lebih penting daripada dampak Ekonominya.

Ada pertanyaan sedikit menggelitik yang selalu mengusik dalam hati saya dengan judul diatas mengapa harus dibumikan dulu konsep Syari’ah tersebut, jujur harus kita akui meski kita sejak lahir telah menjadi seorang Muslim tapi dalam menjalankan aktifitas kehidupan sehari-hari sebenarnya kita terkadang jauh dari kegiatan yang bermuara dari Syar’i itu sendiri, hal ini dikarenakan kita telah lama terjajah dengan dengan prilaku sosialis dan kapitalis yang jauh hari telah mewarnai kehidupan kita, bahkan sejak kita lahir pun tanpa sengaja kita telah terjejali oleh hal-hal yang berbau sosialis dan kapitalis.

Sebagaimana tulisan saya yang lalu ada sebuah harapan dari konsep Syari’ah yang bisa kita gunakan sebagai solusi dalam menghadapi krisis global saat ini, dimana Bank-Bank yang berbasis Syari’ah ternyata sampai saat ini belum tersentuh dampak dari krisis tersebut, bahkan krisis yang terjadi pada 10 Tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1998 Bank berbasis Syariah tetap tegar meskipun Banyak bank Besar Konvensional yang Nyaris ambruk.

Kini saatnya para pakar Ekonomi Syari’ah membumikan konsep-konsepnya dalam rangka menjadikan alternatif kekuatan baru untuk berdiri sejajar bahkan lebih baik lagi dari kekuatan ekonomi berbasis Sosialis dan Kapitalis, dan momen inilah saatnya kita buktikan bahwa konsep berbasis Syariah bukan hanya sebuah teori yang ada di awan (langit) tanpa bisa dipraktekkan dalam kehidupan di dunia nyata ini yang memang sejak awal telah dikuasai dua kekuatan besar sosialis dan Kapitalis.

Sebagai seorang Muslim yang meyakini sebuah kekuatan yang Maha Dahsyat di Dunia ini seharusnya kita semua harus menyadari dan memulai dari saat ini juga untuk menjalankan aktifitas dalam hidup ini sesuai garis yang telah ada dan kita yakini kebenarannya yaitu Al Qur’an dan Sunnah yang didalamnya telah banyak petunjuk dan jalan dalam mengarungi hidup ini, semoga ini bisa mengingatkan kita akan kebenaran sebuah keyakinan.



27 Agustus, 2008

Mengapa Kita Benci Sesuatu Yang Pasti dan Menyukai Fitnah

Pada posting kali ini menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan, kami mencoba membuat tulisan tentang hikmah dari sebuah kisah yang mungkin bisa kita jadikan sebuah pelajaran dalam hidup ini.

Al kisah di pasar Baghdad yang merupakan tempat ramai orang berdagang , tiba-tiba menjadi heboh gara-gara celotehan Abu Nawas “ kawan-kawan hari ini saya sangat membenci perkara yang pasti (haq), tetapi menyenangi yang fitnah ( Bisa menimbulkan petaka) , ujar Abu Nawas.
Omongan Abu Nawas ini sangat Aneh karena selama ini dia dikenal sebagai orang yang alim dan bertaqwa, meskipun memang suka bersikap lucu, karuan aja polisi kerajaan menagkapnya dan menghadapkannya kepada Khalifah Harun Al- Rasyid.

“Hai abu Nawas, benarkah engkau berkata begitu? Tanya sang Khalifah.
Benar Tuan, jawab Abu Nawas tanpa dosa, Mengapa engkau berkata begitu sudah gilakah engkau ?
“Ah, saya kira Khalifah juga seperti saya, Khalifah juga membenci perkara yang pasti,” ujar Abu Nawas dengan serius.
Gila benar engkau! Bentak Khalifah yang mulai marah.
Jangan keburu marah dulu khalifah, dengarkan dulu penjelasan saya , kata Abu Nawas meredakan kemarahan sang khalifah.
Keterangan apa yang akan engkau sampaiakan , aku membela diri dan bukan membenci ucapanmu yang menyamakan engkau denganku , kamu harus tahu itu! Ujar Khalifah.
Tuan setiap ada orang yang membacakan Talqin ( dalam tradisi Umat Islam dibacakan ketika mayat hendak dikuburkan )saya selalu mendengar ucapan bahwa mati itu pasti, dan neraka itu juga pasti, nah siapakah orangnya yang tak membenci mati dan juga neraka itu, tidakkah Khalifah juga membencinya seperti aku? Katanya.

Cerdik juga kau ini, ujar Khalifah setelah mendengarkan penjelasan dari Abu Nawas, tapi apa pula maksudmu menyenangi fitnah ? Tanya sang Khalifah menyelidik.
Sebentar Khalifah barangkali lupa bahwa dala Al Qur’an disebutkan bahwa Harta benda dan anak-anak kita ini fitnah, padahal khalifah menyenangi harta dan anak-anak seperti saya, benar begitu khalifah?.

Itu memang benar tetapi apa maksudmu berkata begitu di tengah pasar sehingga membuat keonaran ? Tanya sang Khalifah. Dengan cara begitu , saya akan ditangkap kemudian dihadapkan pada Khalifah seperti sekarang ini, jawabnya kalem.
Apa perlunya kau menghadap saya ?.
Agar bisa mendapat hadiah dari Khalifah, jawab Abu Nawas tegas.
Dasar kau memang orang cerdik, komentar Khalifah ( dikutip dari Buku “ 1001 Kisah-kisah nyata 3” Ahmad Sunarto)

Apa yang bisa kita ambil hikmah dari kisah diatas, dalam kehidupan nyata yang sedang kita hadapi sekarang ini sering kita lihat di sekitar kita banyak dari kita yang membenci kematian apalagi hal itu menimpa orang –orang yang kita sayangi, bahkan kadang kita sendiri takut dengan kematian itu sendiri demikian juga Neraka bagi orang yang punya keyakinan Bahwa neraka itu ada, pasti kita akan membencinya padahal semua itu pasti akan kita hadapi meski kita tidak tahu kapan kita akan menemuinya.

Disisi yang lain kita sangat suka bahkan mungkin bisa berlebihan dalam menyukai sesuatu yang bisa menjadikan fitnah bagi kita yaitu : Anak-anak dan harta yang kita miliki, bahkan sebagian dari kita rela mengorbankan segalanya dengan melakukan cara-cara yang kurang terpuji ( Tidak Halal ) untuk mengumpulkan harta dan kekayaan .
Untuk itu anak harus kita sayangi (dengan tidak berlebihan) demikian juga harta harus kita cari asalkan dengan cara- cara terpuji dan baik serta legal, bukan dengan cara-cara kotor dan merugikan orang lain, bukankah itu lebih baik dan menentramkan di kehidupan yang sedang kita jalani sekarang ini... Salam