Tampilkan postingan dengan label Pencerahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencerahan. Tampilkan semua postingan

31 Januari, 2009

Aliran Sesat Mengapa Terus Muncul

Aliran Sesat di Negeri ini mengapa terus muncul silih berganti, masih segar ingatan kita beberapa waktu yang lalu Dengan Lia Aminudin, Ahmad Mushadeq yang mengaku Nabi atau Rasul dan kini muncul lagi Bahkan Dia mengaku sebagai Tuhan Astaghfirullah, mengapa ini selalu terjadi dan terjadi tapi anehnya mereka juga mempunyai pengikut yang tidak sedikit jumlahnya. Apakah ada yang salah Dengan keyakinan yang kita anut selama ini, atau ada cara-cara yang salah diantara kita dalam memahami dan menafsirkan ajaran keyakinan kita, yang jelas pertanyaan point kedua jauh lebih mendekati.

Banyak diantara kita yang secara tidak sengaja menganut atau memahami ajaran keyakinan dengan melihat hanya sepotong-sepotong, ibarat kita melihat seekor gajah yang dilihat hanya ekornya saja sehingga mengambil keputusan bahwa gajah itu adalah kecil dan panjang kayak ular, yang lain melihat Gajah itu lebar seperti kipas karena yang dia lihat adalah telinganya sementara yang lainnya melihat gajah itu seperti balok bulat karena dia hanya melihat kakinya, rasanya seperti itulah kalau kita analogikan pemahaman Ajaran Keyakinan kita.

Dalam Ajaran Islam kita mengenal dua Hal Aqidah dan Syari’ah, maaf bagi pembaca yang kebetulan non Muslim kami tidak mengetahuinya karena saya adalah seorang Muslim, Aqidah berhubungan dengan keyakinan manusia kepada Pencipta, Syari’at berhubungan dengan tata cara peribadatan sedangkan bagi kaum Sufi menambah satu lagi yaitu Hakekat, kawasan ini sebenarnya adalah wilayah untuk orang-orang tertentu yang telah memahami , menjalani kehidupannya dengan dua hal diatas sehingga hakekat adalah sebuah cara mereka atau jalan menuju Sang Pencipta, tapi dari hakekat inilah orang kebanyakan potong kompas tanpa melalui dua tahapan ( Aqidah dan Syari’ah) mereka langsung bergaul lebih jauh dengan Hakekat sehingga yang terjadi adalah penyelewengan-penyelewengan ajaran Agama tertentu.

Terlepas dari permasalahan diatas marilah kita selalu waspada apabila orang yang selama ini menjadi panutan kita telah memproklamirkan dirinya menjadi manusia super setingkat Nabi atau Bahkan lebih jauh lagi mengaku Tuhan maka sesatlah Dia dan ajarannya adalah menyesatkan, marilah kita jaga diri dan keluarga kita dari kesesatan.



28 Januari, 2009

Aborsi Sering Terjadi Siapa Yang Salah

Aborsi adalah kata yang sering kita dengar keberadaannya meski dilakukan secara sembunyi akhirnya lambat laun tercium juga, sehebat apapun orang membungkus rahasia kejahatan pada suatu saat akan terbuka juga. Banyak hal yang melatarbelakangi prilaku atau perbuatan Aborsi tersebut, salah satu diantaranya adalah gaya hidup anak muda sekarang yang mentah-mentah meniru habis budaya barat ( free sex ) saya kira inilah biang keladinya, bagaimana budaya Barat ini bisa megakar dan menjadi trend anak muda sekarang, marilah kita mencoba bertanya pada diri kita sendiri, sejauh mana kita membentengi keluarga kita dengan moral dan agama.

Dalam berita yang saya lihat Televisi, MUI telah menfatwakan bahwa aborsi dibolehkan denga criteria apabila bayi itu dipaksakan lahir akan membahayakan jiwa salah satu atau kedua-duanya ( Ibu atau Anak yang akan lahir) tentunya hal ini setelah dianalisa oleh tenaga ahli ( Medis) dan aborsi dilakukan dalam usia janin sebelum 40 Hari, karena usia janin pada saat sebelum 40 hari tersebut Ruh belum ada.

Moral dan Agama adalah cara ampuh untuk menanggulangi budaya-budaya yang menyesatkan bagi kehidupan kita semua, akan tetapi semua itu terkadang kita lupakan karena kesibukan untuk mengejar impian-impian kita di Dunia ini, Ingatlah bahwa sebenarnya anak kita adalah amanah yang di titipkan oleh sang pencipta dan setiap amanah pastilah ada pertanggung jawabannya, kita tidak akan melenggang masuk syurga sendirian sementara anak dan keluarga kita terlempar ke Neraka, untuk itu marilah kita sadari semua baik buruknya kualitas generasi muda ada di tangan kita, seberapa jauh kita peduli padanya.

Sebentar lagi kita akan memilih pimpinan di Negeri ini dan memilih calon wakil kita di parlemen, kita lihat saja calon-calon pemimpin kita itu dari keluarganya saat ini, kalau ternyata keluarganya berantakan, buat apa kita memilihnya kalau memimpin sekala kecil saja tidak bisa bagaimana dia akan mampu mengelola secara besar, sekali lagi setiap amanah yang diberikan kepada kita pada suatu saat nanti pastilah kita akan di mintai pertanggung jawabannya, entah kapan itu terjadi bisa di Dunia , bisa juga nanti di alam lain sesudah di Dunia ini. gambar diambil dari sini



19 Januari, 2009

Hati-hati Jika Teknology sudah Menjadi Berhala Baru

Berhala pada saat Zaman Jahiliiyah dulu di kenal dengan sesuatu yang disembah atau yang di Tuhankan oleh Masyarakat, pada saat itu bentuk nya berhala atau patung akan tetapi berhala-berhala itu sekarang muncul dalam berbagai bentuk sehingga kita terkadang sulit untuk menghindarinya dan tanpa kita sadari dia telah akrab dengan kita dan orang-orang yang kita kasihi.

Cobalah kita renungkan bersama kejadian yang saya alami dengan keluarga saya, menjelang Adzan maghrib kami sekeluarga kebetulan santai bersama sambil menonton TV yang kebetulan ada acara yang disukai anak-anak sehingga kami harus mendampinginya dalam melihat tayangan tersebut, adzan Maghrib telah berkumandang dan terdengar nyaring di telinga akan tetapi karena acara tersebut lagi seru-serunya kedua anak kami larut dan tidak mau TV tersebut dimatikan sehingga akhirnya lenyap sudah kesempatan kami untuk berjamaah di Masjid karena peristiwa tersebut, Astaghfirullah ternyata tanyangan TV telah menjadi berhala bagi keluarga kami saat itu, dan rasanya apa yang terjadi pada keluarga kami kemungkainan terjadi juga pada keluarga yang lain ratusan, ribuan atau bahkan jutaan keluarga, bukan hanya teknologi TV tapi juga yang lainnya yang menjadi penyebab terhalangnya kita Beribadah kepada Sang Khalik.

Teknology apabila kita cermati lebih jauh akan sangat berpotensi menjadi berhala-berhala baru bagi kehidupan kita kita ambil contoh dalam kehidupan sehari-hari kita karena asyik dan larut main internet kita lupa kewajiban kita, terlalu asyik bersmsan ria dengan kekasih kita lupa waktu sholat bahkan karena kecanggihan di dunia kedokteran seperti operasi bedah plastik, bayi tabung, clonning dan lainnya apabila tidak kita pandang secara arif dan bijak maka keyakinan atau iman kepada Sang pencipta akan tergerus karenanya.

Dalam banyak kasus Teknology apapun bentuknya apabila kita tidak bisa memanfaatkan secara cerdas maka akan menjadi buah simalakama, Bukankah sebuah pisau dipegang dua orang yang punya profesi berbeda yang satu dipegang oleh Ibu Rumah tangga yang akan memasak dengan yang satunya di pegang pembunuh akan beda pula yang ditimbulkannya, untuk itu marilah kita semua mencoba memandang Arif terhadap teknology itu sendiri jangan sampai menjadi berhala baru bagi kehidupan kita semua.



12 Januari, 2009

Hati-Hati Aroma Syirik Menyelimuti Kehidupan Kita

Masih ingat maraknya Iklan tentang ramalan nasib yang sangat gencar di layar kaca kita dengan model REG spasi BLA, BLA, BlA.... atau Bahasa lain ” kamu kan lahirnya Jum’at Kliwon tidak cocok kerja di darat cocoknya kerja di Udara, atau Kirim REG Spasi.... Saya akan menuntun Kehidupan anda... Inilah santapan sehari-hari yang kita lihat saat ini, Meski pada dasarnya kita semua tidak percaya dengan ramalan tapi karena hal ini sering kita lihat dan apesnya kondisi kehidupan kita lagi tidak stabil terkadang meski hanya iseng kita terjebak ikut-ikutan sms, pada saat seperti itu terjadi sebenarnya bukan hanya rugi secara materi kita dibuatnya karena pulsa kita akan tersedot dengan sms balasan dari sang operator ( Dukun/ Peramal ) akan tetapi lebih jauh lagi Iman kita akan tergadai,karena secara tidak langsung kita mempercayai sebuah ramalan, bukankah sebagai orang yang beragama kita hanya boleh percaya, mengadu dan meminta hanya kepada Tuhan.

Kondisi perekonomian yang semakin sulit, banyaknya saudara-saudara kita yang kena korban PHK dan yang lainnya membuat cara berpikir yang tidak rasional sehingga praktik-praktik perdukunan modern menjadi semakin subur dengan cara via SMS, untuk itu sebaiknya kita berhati-hati dari jebakan praktek tersebut, Bahkan apabila kita cermati dunia film dan sinetron pun tak lepas dari hal-hal yang berbau mistik dan itu justru sekarang yang lagi laris. Syirik Dalam Islam adalah Dosa yang tidak terampuni oleh Allah, adapun prakteknya adalah segala sesuatu kepercayaan kepada kekuatan tertentu yang datangnya bukan dari Sang Pencipta tapi dari manusia, benda atau yang lainnya, untuk itu apabila kita telah terlanjur ikut ke dalam praktek-praktek tersebut segeralah tinggalkan dan bertaubat untuk kembali ke jalan yang telah digariskan oleh Allah.

Sesulit apapun kehidupan asalkan kita jalaninya dengan ikhlas menerima apa yang telah kita miliki dan selalu bersyukur niscaya akan membuat kehidupan ini menjadi tentram, bekerja dan berusaha untuk kehidupan yang lebih baik adalah wajib bagi kita, tetapi memaksakan untuk mendapatkan hasil terbaik dengan cara-cara tertentu dalam hal ini memakai praktek mistik atau dengan segala cara untuk mencapai tujuan adalah sesuatu yang naif yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain, Ya Allah tunjukkanlah kami Ke Jalan Lurus yaitu jalan yang Engkau Ridhoi dalam kami menapaki kehidupan ini, Amin.



09 Januari, 2009

Hubbud Dunn ya

Judul posting diatas terasa sedikit berbeda dari biasanya dalam bahasa kita sehari-hari artinya adalah mencintai Dunia, berdasarkan dari perenungan penulis rasanya kata-kata tersebut terasa amat tepat untuk mewakili situasi dan kondisi pada saat ini, bukannya bermaksud sok Agamis karena kami merasa hanya sedikit tahu tentang bahasa Agama, bermaksud untuk melihat fakta dan realita saat ini menurut kaca mata pribadi saya sebagai seorang yang beragama bukan Ahli Agama, untuk itu apabila keliru mohon saya ditegur ya Gus blogger dari Negeri lembah Sungai Nil sahabat dekat Guru Saya.

Berdasarkan pengalaman yang sedang terjadi pada diri saya saat ini rasanya judul tersebut cukup mewakili, betapa tidak karena kesibukan urusan untuk sesuap nasi dan menghidupi anak Istri terkadang kami sampai telat dalam melakukan kewajiban sebagai Seorang Muslim Sholat Lima Waktu semoga hal ini tidak dialami oleh sahabat Blogger yang lain, terlalu asyik, karena dikejar-kejar target sebagai seorang marketer kelas teri sehingga menomor duakan yang seharusnya nomor satu Naudzubillah Summa Naudzubillah, rasanya kita perlu melakukan renungan yang lebih jauh lagi cobalah kita lihat prilaku masyarakat di sekeliling kita , para birokrat, para politisi dan lain sebagainya demi untuk memperkaya dirinya mereka rela mengorbankan segalanya atau mungkin bahkan ketika saya berposisi seperti mereka rasanya juga tidak akan lebih baik kalau kita tidak memiliki benteng yang tangguh atau filter yang kuat, tapi entahlah yang terjadi biarlah terjadi yang terpenting kita harus mulai berpikir untuk berbuat yang terbaik untuk diri dan keluarga tercinta dengan tetap di jalan yang Tuhan kehendaki.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa hambaMu yang Imannya sedang naik turun ini disebabkan tetek-bengek urusan Dunia ini, ternyata menyeimbangkan kehidupan Duniawi dan Kehidupan Ukhrowi jauh teramat berat, semoga hal seperti ini segera berlalu dan kita semua bisa mengambil hikmahnya dengan mencoba belajar untuk menyeimbangkan kedua sisi kehidupan tersebut, Aminn.



30 Desember, 2008

Menatap Tahun Baru Antara Harapan dan Kenyataan

Tahun Baru Hijrah telah kita lalui bagi kaum Muslimin seantero Dunia, Kelahiran Tahun Hijrah dalam sejarah merupakan Tonggak pembeda antara kaum Muslim yang pada waktu itu melakukan Hijrah dari Makkah menuju Madinah dan Kaum Musyrikin yang pada saat bersamaan tetap berada di Makkah, Bagi kita yang Muslim Tahun baru merupakan Tahun untuk melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik, akan tetapi apa yang terjadi pada Tahun Baru Hijrah 1430 ini kita Kaum Muslimin Sedunia mendapat kado yang menyakitkan dari Nenek moyangnya Teroris Dunia Israel yang dengan membabi buta dengan sengaja menghilangkan nyawa tak berdosa saudara-saudara kita di Palestina sungguh sebuah kekejaman yang tak termaafkan.

Sebentar lagi kita juga akan menjumpai Tahun baru Masehi pada tanggal 01 Januari 2009 yang akan datang, oleh sebagian orang tahun baru tersebut dirayakan dengan suka cita bahkan terkadang secara berlebihan dengan pesta pora yang seakan mereka akan hidup selamanya, muda-mudi berpasangan meski mereka belum terikat oleh tali suci Pernikahan tapi mereka terkadang berlaku jauh melebihi suami Istri Naudzubillah, seperti inikah cara-cara yang diajarkan Agama untuk memperingati suatu kejadian atau mungkin mereka telah lupa dengan ajaran Agamanya disebabkan para orang Tua mereka tidak mengajarinya karena terlalu sibuk dengan tetek-bengek urusan memperkaya diri, rasanya kita sebagai orang tua perlu BerIstiqhfar dan kembali ke jalannya.

Tahun Baru adalah harapan baru bagi kita semua, dalam bahasa Agama mengatakan Apabila hari ini lebih baik dari pada hari kemarin maka kita termasuk kategori manusia celaka, untuk itu marilah kita semua berusaha menjadi lebih baik lagi di Tahun Baru 1430 H dan 2009 M . Jadikan diri kita menjadi manusia baru yang terbaik bagi diri kita sendiri, Keluarga dan lingkungan sekitar kita dengan bidang yang sedang kita geluti saat ini. Tiada manusia yang sempurna di Dunia ini andaikan perjalanan hidup kita banyak melakukan kesalahan dan kekhilafan saatnya kita berinstrospeksi dan melakukan perbaikan kedepannya dan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menjadikan diri kita sedikit lebih baik dibandingkan Tahun sebelumnya.

Menghadapi kenyataan Hidup yang sedang terjadi saat ini dengan adanya krisis global maka kita harus tetap berusaha dan terus berusaha tanpa kenal lelah meski gelombang PHK mengintai, apa yang sedang terjadi saat ini adalah merupakan kenyataan untuk kita renungi bersama ternyata betapapun Hebatnya Amerika Serikat dan Eropa saat ini dalam bidang Ekonomi karena dibangun atas dasar sekularisasi toh akhirnya tidak berdaya juga menghadapai badai krisis tersebut, Tahun baru adalah Tahun instrospeksi dan tahun untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan yang jauh lebih penting adalah tetap semangat dalam menghadapi kehidupan yang serba sulit ini.



02 Desember, 2008

Hikmah Idhul Qurban Dalam Suasana Krisis Global

Seminggu lagi Umat Islam seantero Dunia akan memperingati hari Raya Idhul Adha atau yang lebih dikenal dengan Idhul Qurban, Tradisi Qurban berawal dari Zaman Nabi Ibrahim yaitu salah satu Rasul yang termasuk dalam kategori Orang Pilihan dari Allah.
Banyak Tauladan yang bisa kita ambil dari kisah Hidup Beliau termasuk Ibadah Haji Rukun Islam yang kelima adalah merupakan meniru Tauladan yang belia lakukan saat Hidupnya. Ibadah Qurban bukanlah hanya sekedar Ibadah mengorbankan Hewan ternak untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin dan orang-orang di sekeliling kita akan tetapi lebih jauh lagi yaitu pengorbanan seorang Hamba kepada Penciptanya yang dalam kisah Nabiyullah Ibrahim diibaratkan menyembelih anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail AS.

Dalam arti yang lebih jauh pada dasarnya Hidup manusia di Dunia ini hanyalah merupakan ajang atau tempat untuk berbakti Kepada Penciptanya, apapun yang kita miliki kalau sang pencipta memintanya harus kita serahkan jua, jangankan harta Nyawa sekalipun harus kita berikan seperti yang dilakukan Nabiyullah Ibrahim kepada putranya yang sangat dikasihinya,sebagai manusia awam tentu kita tidak harus seerti yang dicontohkan Nabiyullah Ibrahim akan tetapi setidaknya kita perlu mencontoh bentuk pengorbanan beliau dengan cara memberikan sebagian harta kita untuk membeli hewan ternak dan kita korbankan untuk dibagikan kepada orang-orang yang selama ini jarang merasakan nikmatnya daging.

Dalam suasana krisis global yang sedang melanda Dunia ini rasanya penderitaan yang dialami oleh mereka yang secara langsung terkena dampaknya akan semakin membuat mereka tidak berdaya menghadapi hidup, apabila kita lihat dan baca di berbagai media cetak dan Elektronik di sana terpapang jelas ratusan bahkan ribuan orang menjadi korban PHK, bahkan dari sekian banyak itu adalah teman atau bahkan saudara kita sendiri. Rasanya tidaklah berlebihan apabila moment Idhul Qurban ini kita jadikan momen untuk ikut berkorban , berbagi dan bahkan mengangkat korban PHK untuk berbagi pekerjaan dengan lapangan kerja yang kita ciptakan , bukan hanya Qurban daging kambing atau sapi.

Semoga kita semua diberi kekuatan psikologis dalam menghadapi dampak krisis global yang sedang terjadi, karena ketika psykologis kita telah siap maka selanjutnya kita akan lebih mudah bangkit dan kembali menyusun kekuatan untuk mencari Rizki di Bumi yang telah Allah Ciptakan tanpa terlalu lama menyesali nasib dan tetap semangat dalam mengarungi hidup dan kehidupan.



03 November, 2008

Ketika persiapan Kematian Dilupakan

Manusia Hanyalah salah satu mahluk Tuhan dari sekian mahluk yang di Ciptakan, sehingga sesuai Sunnatullah atau hukum Alam kematian akan datang tiba-tiba yang tak pernah tahu kapan akan datang menghampiri kita. Banyak Orang lebih mempersiapkan hari Tuanya daripada mempersiapkan kematiannya dan ini dibuktikan oleh banyaknya orang yang sibuk mempersiapkannya melalui asuransi , dana pensiun dan lain sebagainya, sehingga pekerjaan yang menjamin hidup di hari tua masih cukup diserbu peminat seperti PNS, karena mereka beranggapan bahawa dengan menjadi PNS hidup mereka di hari tua akan lebih terjamin .
Sesuatu yang sangat wajar apabila seseorang mempersiapkan hari tuanya sejak dini, karena setiap orang merasa di saat lagi tidak produktif dengan bekal yang cukup tidak akan merepotkan orang lain meski yang direpotkan itu anaknya sendiri.

Ada hal yang paling haqiqi dalam hidup ini tetapi terkadang mereka melupakannya dan mempersiapkannya dengan asal-asalan bahkan cenderung dilupakan yaitu Kematian, banyak orang merasa kalau masih muda dan gagah beranggapan masih jauh dengan yang satu ini padahal kita semua tidak akan pernah tahu, karena akan datang sewaktu-waktu menurut kehendak sang Pencipta dan ketika saatnya telah datang tidak akan peduli apakah yang didatanginya itu sudah siap apa belum. Berkaca dari hal tersebut marilah kita semua mencoba disela-sela aktifitas dan rutinitas keseharian kita jangan lupakan meluangkan waktu sedikit untuk tabungan persiapan kematian kita yaitu dengan cara menjalankan sesuatu yang diperintahkan oleh Tuhan dan menjauhi Larangannya sesuai dengan keyakinan yang kita miliki.

Agama tidak melarang kita untuk mencari kesenangan hidup di Dunia ini sepanjang kesenangan itu tidak melanggar norma Agama, Orang menjadi kaya dan betrlimpah harta juga tidak pernah dilarang oleh Agama sebatas harta tersebut di peroleh sesuai garis yang telah di tentukan agama bahkan agama kita menyuruh kita menjadi hartawan agar bisa berbagi dengan orang lain yang membutuhkannya karena perlu diingat bahwa di dalam rizki yang kita miliki ini ada hak orang lain, sehingga sedekah adalah jalan untuk menyalurkan rizki tersebut kepada orang yang memiliki hak atas harta kita.
Terlepas dari semua yang sedang terjadi sebagai Insan yang memiliki akal pikiran dan Nafsu maka menyukai kehidupan dunia ini adalah hal yang sangat wajar tapi jangan pernah lupakan satu hal untuk tetap ingat bahwa ada kehidupan yang lebih abadi yang perlu juga kita persiapkan sejak saat ini.


21 Oktober, 2008

Harus Siap Menghadapi Kenyataan Hidup

Hidup di dunia ini identik dengan kejutan-kejutan yang sering sekali kita tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi, seperti yang sedang kami hadapi tiga hari tanggal 19-21 oktober 2008 ada tiga kejadian berbeda, pertama saya di telpon orang tua dari Kendal mengabari bahwa tetangga samping Rumah yang memang sudah tua dan sakit-sakitan meninggal dunia, ini adalah satu kenyataan sebuah kehilangan orang-orang tercinta bagi keluarga yang sedang ditinggalkannya, kita semua berdoa semoga yang meninggal dunia diberi jalan yang lapang dan dengan tenang berada disisinya sesuai amal yang ia kerjakan selama hidup di dunia dan diberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Kedua pada hari yang sama kami menghadiri pernikahan teman kantor, tentunya ini sesuatu yang sangat membahagiakan bagi kedua mempelai tersebut yang akan mengawali kehidupan baru yang penuh dengan keindahan serta romantika sebuah pasangan hidup baru, tentunya mereka belum akan segera mengalami pahit getirnya kehidupan berumah tangga yang segera mereka jalani dalam hidup ini, kita semua hanya bisa berdoa semoga mereka berdua menjadi keluarga yang bahagia Sakinnah mawwadah warohmah hingga akhir hayatnya nanti.

Ketiga tepatnya hari senin tanggal 20 Oktober 2008 salah satu dari teman saya dia adalah rekan kerja satu team mendapat pemberitahuan dari atasan saya bahwa dia pertanggal 31 Oktober nanti termasuk orang yang terkena PHK gelombang pertama di Perusahaan tempat kami bernaung setelah adanya krisis keuangan global yang sedang melanda Dunia saat ini, saya juga termasuk orang yang harap-harap cemas akan kelangsungan pekerjaan saya, kita semua hanya bisa mensuport agar bisa menerima dengan legowo, sabar dan semoga secepatnya mendapat pekerjaan baru yang jauh lebih baik dari pekerjaannya yang sekarang.

Kenyataan hidup dari Ketiga hal tersebut bukanlah cerita khayalan dan karena benar-benar terjadi, dalam hidup ini kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan, meskipun telah banyak teori dan para pakar yang bisa meramalkan kejadian di masa yang akan datang tapi kita semua yakin bahwa teori dan ramalan manusia tidak akan pernah bisa menyentuh apa yang telah menjadi wilayah kekuasaan Tuhan, sebagai manusia yang berkeyakinan adalah sangat bijaksana apabila kita akan selalu siap menghadapi segala hal bahkan yang terburuk sekalipun yang akan menimpa diri kita, rasanya tetap mensyukuri apa yang ada pada diri kita saat ini adalah yang terbaik buat kita, meski sesuatu yang buruk menimpa, kita harus tetap semangat dan yakin bahwa ada hikmah di balik musibah yang terjadi.



16 Oktober, 2008

Membumikan Konsep Syari’ah Dalam Menghadapi Krisis Global

Dampak yang timbul dari krisis Ekonomi Global telah mulai dirasakan para pelaku bisnis dalam sekala besar, mau tidak mau kita harus mulai menyiapkan segala sesuatunya agar secara psikologis kita telah siap bila dampak tersebut sampai kepada kehidupan kita, kenapa yang harus kita siapkan psikologis kita terlebih dahulu ? .. karena sebagian besar masyarakat kita adalah menengah kebawah maka psikologis jauh lebih penting daripada dampak Ekonominya.

Ada pertanyaan sedikit menggelitik yang selalu mengusik dalam hati saya dengan judul diatas mengapa harus dibumikan dulu konsep Syari’ah tersebut, jujur harus kita akui meski kita sejak lahir telah menjadi seorang Muslim tapi dalam menjalankan aktifitas kehidupan sehari-hari sebenarnya kita terkadang jauh dari kegiatan yang bermuara dari Syar’i itu sendiri, hal ini dikarenakan kita telah lama terjajah dengan dengan prilaku sosialis dan kapitalis yang jauh hari telah mewarnai kehidupan kita, bahkan sejak kita lahir pun tanpa sengaja kita telah terjejali oleh hal-hal yang berbau sosialis dan kapitalis.

Sebagaimana tulisan saya yang lalu ada sebuah harapan dari konsep Syari’ah yang bisa kita gunakan sebagai solusi dalam menghadapi krisis global saat ini, dimana Bank-Bank yang berbasis Syari’ah ternyata sampai saat ini belum tersentuh dampak dari krisis tersebut, bahkan krisis yang terjadi pada 10 Tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1998 Bank berbasis Syariah tetap tegar meskipun Banyak bank Besar Konvensional yang Nyaris ambruk.

Kini saatnya para pakar Ekonomi Syari’ah membumikan konsep-konsepnya dalam rangka menjadikan alternatif kekuatan baru untuk berdiri sejajar bahkan lebih baik lagi dari kekuatan ekonomi berbasis Sosialis dan Kapitalis, dan momen inilah saatnya kita buktikan bahwa konsep berbasis Syariah bukan hanya sebuah teori yang ada di awan (langit) tanpa bisa dipraktekkan dalam kehidupan di dunia nyata ini yang memang sejak awal telah dikuasai dua kekuatan besar sosialis dan Kapitalis.

Sebagai seorang Muslim yang meyakini sebuah kekuatan yang Maha Dahsyat di Dunia ini seharusnya kita semua harus menyadari dan memulai dari saat ini juga untuk menjalankan aktifitas dalam hidup ini sesuai garis yang telah ada dan kita yakini kebenarannya yaitu Al Qur’an dan Sunnah yang didalamnya telah banyak petunjuk dan jalan dalam mengarungi hidup ini, semoga ini bisa mengingatkan kita akan kebenaran sebuah keyakinan.



02 September, 2008

Yuk, Sambil Menyelam Minum Air

Puasa adalah Ibadah wajib selama satu Bulan penuh yang harus dilakukan bagi setiap Muslim, selain berfungsi untuk mempertebal Keimanan dan Ketaqwaan kita kepada Allah SWT, ternyata bayak sekali hikmah dan manfaat bagi kita semua setelah melakukan Ibadah puasa tersebut.

Disamping itu kita juga akan merasakan 2 Kebahagiaan ketika berpuasa sebagaimana janji Allah, ada dua Kebahagian yang akan diterima oleh seseorang yang berpuasa, pertama adalah, kebahagian dan kesenangan ketika berbuka puasa dan yang kedua adalah kebahagian dan kesenangan pada saat menerima pahala puasa di Akhirat kelak.

Selain manfaat spiritual puasa juga bisa bermanfaat untuk kesehatan kita sebagaimana yang terkandung dalam Hadits Nabi “ Shumu Thasiqu” yang berarti berpuasalah niscaya kamu sehat, untuk itu tidak perlu khawatir bagi Rekan-rekan yang sedang memiliki halangan penyakit tertentu Yakinlah mudah-mudahan dengan satu keyakinan kita berpuasa Insya Allah penyakit kita menjadi sembuh.

Disisi yang lain bagi mereka yang mempunyai kelebihan berat badan marilah kita jadikan moment puasa ini untuk mengendalikan nafsu makan kita sehingga secara tidak kita sadari telah melakukan diet.

Selama ini banyak orang terlena dengan berbagai teori diet yang ada. Mulai dari harus menghitung kalori, stop makan malam, mengganti komposisi menu dengan sayur dan buah, menambah jatah olahraga, memperbanyak frekuensi buang air besar, dan lainnya.

Semua teori tadi terasa sangat menyiksa dan berat dijalani. Hasilnya, belum tentu permanen. Tak jarang, berat badan (BB) akan semakin bertambah ketika kita tidak sedang berdiet lagi. Orang gemuk, sebenarnya hanya soal salah dalam memanag pola makan saja, dan terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi sesuatu yang dirasakan enak di mulut serta lepas control dalam makanan.
Agar tubuh tetap langsing dan ideal, salah satu cara efektif adalah dengan melakukan Puasa, nah tul kan sambil menyelam minum air….. Batal dong puasa kita.


30 Agustus, 2008

Puasa, Pengendalian diri dan Pendidikan Kejujuran

Selamat datang Bulan Ramadhan, dengan hati yang penuh kegembiraan seluruh umat Islam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan berpuasa selama satu bulan, baik Orang tua, kaum muda, dan anak-anak menyambut bulan Suci Ramadhan dengan Keindahannya sendiri-sendiri, Sebuah pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.
Dalam diri manusia sebenarnya terkungkung oleh tubuhnya sendiri, ketika kita lihat Dalam realitas kehidupan sehari-hari, betapa manusia didera nafsu untuk mengejar kepuasan ragawi semata, seperti mengejar kepuasan nafsu untuk makan, minum, berpakaian, berhubungan seks, merebut kekuasaan, dan melampiaskan egoisme pribadi dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Deraan Keinginan yang didasari oleh nafsu sering mengalahkan akal sehat yang pada akhirnya seseorang jatuh dalam penderitaan. Pada saat usianya mendekati lanjut, tubuh menjadi penjara bagi jiwa yang masih terus ingin mengembara untuk kebenaran, kebaikan, dan keindahan yang tak mampu diwujudkan lagi karena tubuhnya kian rapuh dan tak bisa mengimbangi keinginan serta hasratnya. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan raga adalah merupakan fitrah manusia, siapa pun tidak bisa menolaknya. Namun, seharusnya manusia tidak seperti Hewan karena dalam dirinya ada kekuatan jiwa yang merindukan kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Karena itu, tidak selamanya jiwa manusia merasa tenteram melihat dan merasakan apa yang telah dilakukan selama ini, Sering kali berbagai dorongan tubuh itu berlawanan dengan dorongan kejiwaan yang bersumber dari ruh Ilahiyah.

Dengan melakukan Ibadah Puasa secara tidak langsung kita akan belajar untuk mengendalikan diri dari segala sesuatu yang berhubungan dengan keinginan nafsu manusia yang apabila tidak di kendalikan secara baik akan berakibat fatal dalam diri seseorang, disamping itu dengan berpuasa Kita di tuntut untuk berlaku jujur, terutama jujur pada diri sendiri.
Orang lain tidak akan pernah tahu apakah kita melakukan puasa atau tidak, karena kita bisa berpura-pura berpuasa dengan trik dan acting kita sendiri meskipun sebenarnya kita tidak melakukan Ibadah puasa, karena itu Puasa disebut sebagai Ibadah yang paling Rahasia karena yang tahu kita melakukan puasa atau tidak hanyalah Kita dan Tuhan saja, semoga dengan menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan tahun ini bisa mengubah prilaku kita untuk menjadi Orang yang Jujur,selamat menjalankan Ibadah Puasa semoga Rahmat dan Maghfiroh Allah untuk kita semua amin.

08 Agustus, 2008

Marilah Berbuat sesuai Kemampuan, Bukan Kemauan

Adalah sesuatu yang sangat bijaksana apabila kita menyadari siapa kita yang sesungguhnya, kenapa demikian ? ketika kita merasakan suatu beban yang teramat sangat berat mendera kehidupan kecenderungan yang kita lakukan adalah memaksakan diri untuk keluar dari beban tersebut atau dengan susah payah bahkan dengan segala cara kita akan capai target-target yang sangat tidak realistis dan cenderung diluar kemampuan kita.

Dan ini merupakan fitrah manusia yang memiliki sifat demikian, sehingga terkadang kita berharap atau menginginkan sesuatu yang berada di luar batas kemampuan kita, sebenarnya kalau kita mau berpikir sedikit lebih dalam bukankah Sang pencipta telah menciptakan masing-masing dari kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya .

Orang yang menginginkan sesuatu diluar kemampuan dan keahliannya, sebenarnya mereka termasuk orang yang berlebihan. tipe semacam ini tidak akan mendapatkan apa-apa dari sikap buruknya itu, kecuali penyesalan dan kehancuran karena ketika kita mempunyai sifat seperti itu pasti akan akan selalu bertindak sembrono dan ceroboh, sehingga yang kita harapkan tidak pernah sesuai dengan kenyataan yang ada.

Lihatlah akibat kecerobohan yang dilakukan oleh beberapa politikus dan pejabat kita, karena dia mentargetkan dalam masa jabatannya harus memiliki ini, itu dan lainnya, diapun melakukan segala cara, akan tetapi apa yang ia terima, hanyalah sebuah penyesalan ( berurusan dengan ranah hukum akibat KKN) sebenarnya mereka tidak pandai mengukur diri, kadang bertindak tidak berdasarkan kemampuan atau ilmu yang dia miliki tapi lebih didasari oleh keinginan nafsu duniawi.

Optimis dan mempunyai cita-cita yang sangat tinggi wajib bagi kita untuk lebih bersemangat dalam mengarungi kehidupan, akan tetapi berbuat diluar kemampuan, sebaiknya kita hindari dari pada penyesalan yang akan kita terima, bukankah berbuat dan berpikir realistis itu lebih baik….. salam

Gambar : diambil dari bolanews.com

06 Agustus, 2008

Egois, Jangan dipiara dong ?

Sikap egois (mementingkan diri sendiri) adalah salah satu sikap yang tanpa kita sadari melekat pada diri kita, Dan sikap ini tentu saja tidak disukai oleh orang-orang di sekeliling kita karena sikap egois adalah wujud kecil dari sebuah kekikiran .

ya orang yang egois adalah orang yang kikir, karena ia menginginkan segala sesuatu menjadi miliknya sendiri orang lain tidak boleh ikut memilikinya. Padahal dalam Agama mengajarkan kepada kita untuk gemar berbagi dengan sesama terutama kebersamaan untuk melakukan kebaikan .

Agama telah mengajarkan bahwa orang yang mampu harus mau berbagi dengan orang yang kekurangan dalam hal ini berhubungan dengan materi , yaitu dengan cara memberikan sebagian harta yang dimiliki agar dapat digunakan si miskin untuk memenuhi kebutuhannya, tapi terkadang kita merasa bahwa apa , yang kita miliki saat ini telah kita capai dengan sekuat tenaga dan cucuran keringat kenapa harus kita bagi dengan pemalas yang bisanya hanya minta-minta saja , itulah yang terlintas dalam benak kita ketika kita memutuskan untuk memberi ya nggak ?.....

Orang yang berilmu dalam berbagai bidang yang sedang di geluti harus mau berbagi dengan orang yang kurang pengetahuannya yaitu dengan memberi mereka tuntunan dan pengajaran, demikian juga orang yang berkuasa ia harus mau berbagi dengan orang kecil dan rakyat jelata dengan cara memberikan perlindungan dan pengayoman, sebagaimana janjinya dulu ketika dia belum berkuasa, mungkin sebentar lagi menjelang pemilu banyak calon pemimpin kita yang akan berjanji untuk memperbaiki ini, itu terlepas itu janji gombal maupun tidak, tapi itulah yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin yang telah menjadi pilihan rakyatnya.

Sehingga kalau kita ingin menjadi orang yang baik, janganlah anda ingin baik sendiri, jadikan baik pula orang yang ada disekitar kita, sehingga secara bersama-sama akan hidup dalam kebaikan, mudah-mudahan rasa egois itu jauh dari kita semua….. salam

02 Agustus, 2008

Hukuman Itu Bentuk Kasih Sayang

Apa yang terjadi jika seorang murid beladiri salah dalam mengambil posisi kuda-kuda ? Di tendang !! ya , begitulah.
Langsung ditendang oleh pelatihnya dan sang murid pun jatuh, tidak perlu ada kata-kata, begitulah yang akan kita rasakan kalau sedang belajar bela diri.

Apakah dengan demikian berarti seorang guru beladiri sedang berbuat kekerasan? Tidak! Sama sekali tidak. Sang guru sedang melatih murid-muridnya untuk menghadapi realitas kehidupan, sesuatu yang pasti akan dirasakan dalam kehidupan di di alam nyata.

Alam dan realitas kehidupan tidak pernah menegur orang yang berbuat kesalahan dengan kata-kata. Tegurannya selalu diwujudkan respon langsung, persis seperti guru beladiri merespon kesalahan muridnya dengan tendangan, tidak dengan kata-kata.

Sesungguhnya ada cara yang sangat mudah untuk menghindari hukuman tersebut yaitu dengan tidak melakukan pelanggaran atau kesalahan dalam bergerak atau bersikap.
Dengan demikian, tendangan hukuman dalam beladiri menjadi sebuah obat mujarab untuk proses pembelajaran bela diri, belajar olah fisik dan setrategi dalam membela diri menghadapi segala tantangan.

Inilah proses pendidikan yang akan mengubah mental seorang murid , ada perbedaan yang nyata antara sebelum dan sesudah menempuh pendidikan.
Ketika kita melihat fenomena dalam hidup kita sering melihat hal ini terjadi Disekitar kita, masih segar ingatan kita tentang sunami yang terjadi di Aceh beberapa waktu yang lalu, gempa di Daerah Istimewa Yogyakarta, Gempa di Bengkulu saya yakin itu merupakan bentuk kasih sayang dari Sang Pencipta dalam sekala besar, agar kita semua tidak terlalu jauh dari Jalan yang telah ditentukanNya, dalam sekala kecil juga kita sering mengalami kejadian-kejadian yang kadang kita rasakan itu sebuah hukuman atau musibah yang selalu mendera dalam hidup, tapi yakinlah bahwa Allah Maha Tahu tentang segala sesuatu yang menimpa atas mahluk ciptaannya dan kita harus yakin bahwa semua yang terjadi pasti ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik…salam
Sumber Inspirasi: Buku Guru Goblok Murid Goblok ( Iman Supriyono)

29 Juli, 2008

Hikmah Isra Mi’raj Dalam Realitas Kehidupan

Setiap setahun sekali hari besar ini di peringati khususnya oleh umat Islam di Negeri kita ini, dan setiap peringatan Isra Mi’raj saya selalu teringat apa yang di sampaikan Ustadz saya dahulu bahwa Isra adalah perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram Haram ( Mekah) menuju ke Masjidil Aqso ( Palestina) sedangkan Miraj’ Adalah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjidil Aqso menuju ke Sidrotul Muntaha dan Mustawa.
Di postingan kali ini saya tidak akan banyak bercerita tentang kisah Isra Mi’raj karena saya bukanlah Ustadz, saya hanyalah orang awam biasa yang hanya sedikit paham tentang kisah tersebut tetapi kami mencoba memahami kisah ini dan mengambil sedikit dari banyaknya hikmah yang ada dalam kisah Isra Mi’raj dalam kehidupan modern seperti sekarang.
Ada dua hal yang akan kami sampaikan dari sekian banyak hikmah dari peristiwa tersebut dalam kehidupan modern sekarang ini.

Pertama : Hikmah di perintahkannya Ibadah Sholat kepada Umat Islam di seluruh dunia, Sholat bukanlah hanya sekedar ritual keagamaan yang apabila dijalankan oleh seseorang akan gugur kewajibannya sebagai seorang Muslim, tapi lebih dari sekedar itu, disini juga ada hubungannya dengan management waktu bagi seorang muslim, mengapa demikian ?
Dengan adanya perintah sholat 5 waktu sehari semalam seorang muslim dituntut untuk pandai-pandai mengatur waktu, dimana dia harus bekerja keras untuk memenuhi tuntutan kehidupan dunianya tapi disisi lain seorang muslim juga dituntut waktunya untuk kehidupan setelah di dunia ( Akherat) dengan berdialog kepada sang pencipta sehari 5 kali.
Sebagai seorang muslim dia akan sadar untuk membagi waktu dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyeimbangkan kedua sisi kehidupan tersebut, ketika keseimbangan tersebut tidak terjaga atau salah satunya lebih berat dari yang lain maka konsekwensinya harus siap diterima, ketika seseorang berlebihan dalam porsi urusan dunianya maka orang tersebut akan menerima sangsi kelak di kehidupan selanjutnya, akan tetapi apabila seseorang berlebih disisi kehidupan untuk Akheratnya maka dia akan menerima sanksi di kehidupan social dunianya, menyeimbangkan keduanya memang teramat sulit tapi tidak ada salahnya kalau kita berusaha sekuat tenaga mencobanya .

Kedua : Hikmah yang berhungan dengan ke Imanan (kepercayaan) terhadap sesuatu yang kita yakini akan kebenarannya, dalam kisah diceritakan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam realitas kehidupan pada waktu itu di tempuh dengan jalan kaki atau naik onta diperkirakan lebih dari 40 hari sedangkan perjalanan yang di lakukan Nabi Muhammad SAW hanya di tempuh dalam waktu semalam, sehingga muncul caci maki kepada Nabi Oleh kaum Kafir Quraisy pada waktu itu, Muhammad diangagap pembohong karena perjalanan yang Ia lakukan tidak bisa diterima akal sehat, mungkin kalau terjadi di zaman sekarang tidak ada masalah, satu-satunya orang yang percaya kepada perkataan Nabi pada saat hal itu diceritakan hanyalah sahabat Abu Bakar sehingga mendapat gelar Asshidiq, hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa ini adalah: dalam hal Ke Imanan kita terhadap suatu keyakinan harus total (kaffah), artinya keimanan terhadap sesuatu hal yang bisa dicerna atau dianalisa dengan akal sehat dan yang tidak bisa diterima oleh akal sehat harus kita percayai karena Ajaran Agama tidak selamanya bisa dirasionalisasikan, semoga bisa memupuk rasa keimanan kita terhadap sesuatu yang kita yakini.
Tulisan ini hanyalah sebuah ikhtiar dari seseorang yang sangat minim pengetahuan tentang Agamanya masukan, kritik dan saran akan kami terima dengan lapang dada …. Salam

12 Juli, 2008

Ada kehidupan lain …dan jangan kita lupakan

“Kemudian Apabila Kamu Telah Membulatkan Tekad, Maka Bertawakallah kepada Allah.” (Q.S Ali ‘Imron:159)

Dunia adalah merupakan ladang berbuat kebaikan untuk kehidupan yang lebih abadi kelak, sebagai manusia yang di ciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya sudah seharusnya kita terus bersyukur.
Wujud dari rasa syukur itu sendiri setiap insan akan berbeda-beda, sebagai seorang awam tentu saja berbeda cara mennyikapi hidup ini dibandingkan orang-orang yang telah masuk pada tingkatan Sufi di mata Sang Pencipta.
Sebagian manusia menganggap bahwa kehidupan dunia adalah segalanya, dia berusaha dengan menempuh segala cara untuk meraih apa yang dia inginkan, dan menikmati kehidupan dunia ini dengan berlebihan, sehingga sering kita lihat di depan mata kita kegilaan akan keduniawian bahkan kita tanpa menyadari larut di dalamnya , mungkinkah kita termasuk Orang-orang yang lupa akan kehidupan yang lebih abadi……….
Sebagian yang lainnya mencoba menjauh dari indahnya kehidupan Dunia, dan mereka mencoba lebih dekat dengan Penciptanya ( Sufi) kadang melupakan Fitrahnya sebagai mahluk social,tapi kita semua punya keyakinan manusia seperti ini termasuk barang langka di Zaman sekarang .
Sebagai manusia yang punya keyakinan ( apapun itu) ditengah lezatnya kehidupan yang telah kita jalani ini, tidak ada salahnya bila kita memberikan porsi dalam hidup kita sekecil apapun untuk kehidupan yang lain yang kita yakini ada, jangan biarkan diri kita larut dalam buaian keindahan sesaat dan melupakan yang lebih abadi…….. salam

10 Juli, 2008

Mengapa Harus Berkorban Untuk Kehinaan

“ Dan tidak ada suatu Binatang melata pun di Bumi melainkan Allah-lah yang memberi RizkiNya” (QS. Hud: 6)

Sungguh Maha Sempurna Sang Pencipta yang telah menciptakan segala sesuatu di Muka Bumi ini lengkap dengan kebutuhannya.
Sebagai Manusia seharusnya kita tidak perlu khawatir dengan masalah yang berhubungan dengan rizki yang akan kita terima, jangan sampai kita mengorbankan harga diri kita ke tingkatan yang paling rendah hanya karena masalah perut.
Tetapi sungguh teramat hina apa yang dilakukan sebagian manusia saat ini, melakukan segala cara dengan amat rakusnya hanya untuk memenuhi kebutuhan perut dan nafsu biologisnya, tragis memang……..
Kita tidak akan memungkiri bahwa manusia butuh harta, wanita idaman, jabatan dan juga kehormatan tetapi apalah artinya kalau semua itu bisa kita raih dengan mengorbankan harga diri kita bukan hanya di mata manusia tapi ada yang lebih jauh lagi yaitu di Hadapan sang Pencipta.
Ada satu hal pembaca yang budiman yang akan kita sampaikan dalam tulisan ini, kebahagian dunia memang harus kita cari dan kita nikmati, tapi jangan lupa ada kebahagian yang lebih haqiqi yang kadang kita lupakan karena hiruk pikuk nafsu Keduniawian, marilah kita mencoba bersama untuk berbuat lebih adil untuk menyeimbangkan keduanya……. Salam