Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

12 Februari, 2011

Akhirnya Mobarak Mundur Juga

Semalam saat saya menyaksikan di layar kaca tentang pergolakan yang terjadi di Timur Tengah yaitu negerinya Fir'aun benar-benar luar biasa, rezim yang telah bertahan sekitar 30 tahun akhirnya menyerah dengan kekuatan peopele power. Apapun bisa terjadi kalau rakyat bersatu padu, dan ini bisa menjadi peringatan bagi mereka yang haus akan kekuasaan untuk terus berkuasa.

Rezim yang berkuasa lebih dari 10 tahun biasanya cenderung membabi buta, karena mereka telah menikmati lezatnya kekuasaan sehingga terus berusaha untuk mempertahankannya hingga titik darah penghabisan, dan ini bukan hanya terjadi di Mesir dan Husni Mobarak saja namun juga hampir terjadi di banyak negara yang memiliki penguasa diktator.

Bagaimana yang akan terjadi di Negeri pyramid tersebut selanjutnya, maka tentu saja tergantung pada suksesi yang akan dijalankan tokoh-tokoh di negeri tersebut, semoga rakyat Mesir menemukan pemimpin sesuai harapannya.

02 Maret, 2010

Insiden Main Palu

Lagu main hati andra and the backbone masih terdengar sayup-sayup di telinga saya saat Ketua DPR Marzuki Alie Main palu dalam sidang paripurna DPR dengan agenda Pandangan akhir pansus century. Buntut dari main palu tersebut menjadikan semakin jelas bahwa wakil Rakyat masih belum dewasa dalam menyikapi persoalan-persoalan yang sedang mereka hadapi .

Dengan main palu yang dilakukan oleh Ketua DPR jelas telah mempermainkan hati banyak orang, ada yang mengatakan apa yang dilakukan oleh ketua DPR itu tepat tapi juga banyak pengamat mengatakan ketua DPR telah mencederai konstitusi. Entah benar atau salah biarlah Rakyat yang menilai.

Bagaimana menurut pendapat rekan blogger tentang insiden main Palu tersebut?.

14 Desember, 2009

Banyak Kepentingan Di Pansus Century

Dunia Politik adalah dunia kepentingan, disana antara kawan dan lawan bedanya sangat tipis, hari ini kawan esuk hari lawan. Menjadi kawan karena memiliki kepentingan yang sama dan sebaliknya yang biasanya kawan bisa berbalik menjadi lawan karena berbeda kepentingannya.

Terakhir berhembus kabar kurang sedap tentang perseteruan antara Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakri dan Menkeu Sri Mulyani, yang oleh banyak pengamat akan mempengaruhi kemurnian pansus Century yang kebetulan ketuanya di jabat Idrus Marham Pengurus partai Golkar. Pepatah lama mengatakan ”Gajah bertarung semut yang menjadi Korbannya” artinya ketika kepentingan politik mendominasi motif di balik pengungkapan skandal century maka kepentingan rakyat atau Negara akan tersisihkan.

Sebagai anggota masyarakat lapisan bawah kita hanya berharap kepada mereka yang dipercaya mengemban kepentingan rakyat dan Negara, bisa lebih fokus dan bisa mengesampingkan kepentingan pribadi atau golongannya. Yang menjadi pertanyaan kita mungkinkah ini akan terjadi ?.

09 Juli, 2009

SBY - Budiono Silahkan Lanjutkan

Melihat hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei menunjukkan kemenangan yang cukup signifikan diperoleh oleh pasangan SBY-Budiyono yang lebih terkenal dengan slogannya Lanjutkan!!!.. jadi kalau kita berkaca dari hasil tersebut sesuai hasil-hasil Quick Qount Sebelumnya tingkat margin erornya yang tak lebih dari 5% maka apa yang selama ini kta sangsikan Pilpres akan berlangsung satu putaran akan mendekati kenyataan, Bagi Kubu JK dan Mega harusnya bisa menerima dengan lapang dada bila ini yang terjadi, kalaupun kecurangan disana-sini biarlah proses Hukum yang akan menindaklanjutinya

21 Januari, 2009

Ada Apa Dibalik Penyidikan Pelanggaran Kampanye PKS

Beberapa hari terakhir Media masa kita diramaikan oleh berita kegiatan solidaritas Palestina yang dilakukan oleh masa PKS yang berbuntut penyidikan oleh pihak terkait karena dianggap kampanye dini, padahal maksud dari kegiatan tersebut hanyalah sekedar solidaritas kader PKS terhadap penderitaan Rakyat Palestina, tapi itulah politik karena hal tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik PKS yang ternyata sepak terjang serta manuver yang dilakukan partai tersebut dianggap membahanyakan partai-partai yang lain sehingga dengan berbagai cara mereka berusaha untuk menghentikannya.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira mengatakan, penyidikan kasus pelanggaran jadwal kampanye oleh tiga petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak dihentikan."Penyidik Polda Metro Jaya masih terus menyidik kasus ini hingga sekarang. Tidak ada penghentian penyidikan," katanya di Jakarta, Rabu.Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwicaksana dan Ketua DPD PKS Jakarta Pusat Agus Setiawan menjadi tersangka kasus pelanggaran kampanye.Panwaslu Gambir, Jakarta Pusat pada 9 Januari 2009, melaporkan mereka ke Polda Metro Jaya karena ada indikasi kampanye saat unjuk rasa menentang agresi Israel pada 2 Januari 2009 di Monas, Jakarta Pusat. Dalam aksi itu, massa PKS ada yang membawa atribut partai.

Diakui ataupun tidak PKS adalah merupakan partai masa Depan dengan kader militant dan selama ini masyarakat memandang partai ini adalah partai Bersih diantara partai lainnya, sehingga simpati masyarakat terhadap partai tersebut semakin kuat, tentunya hal ini membuat partai yang lainnya semakin khawatir atas eksistensinya terutama partai yang masuk dalam 5 besar pada pemilu lalu, sebagai simpatisan partai tersebut tentunya berharap hal ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan efek yang kurang baik dalam perkembangan partai.

Tulisan ini bukan bermaksud menggiring pembaca untuk bersimpati pada PKS karena saya yakin kita semua sudah punya pilihan, tapi pada saat kondisi seperti ini kita semua tentunya mendambakan pemerintahan yang bersih dari praktek-praktek KKN dan PKS saya rasa adalah alternative pilihan untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kalau masalah memilih terserah sampean.



16 Januari, 2009

Perjuangan Caleg Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi

Setelah mahkamah konstitusi memutuskan sistim pemilu dengan suara terbanyak untuk menentukan calon legislative yang jadi , tentunya ini adalah tantangan baru bagi calon wakil rakyat kita yang dengan segala cara telah mereka lakukan untuk mendapatkan nomer jadi, sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk masuk nomor jadi itu tidak kecil biaya yang dibutuhkan. Bahkan disinyalir beberapa caleg nomor jadi dengan model saat ini menjadi ngeper dan mulai hitung-hitungan berapa uang yang telah masuk karena mereka harus mengeluarkan banyak dana lagi untuk kampanye atas nama dirinya sendiri, karena dengan sistim suara terbanyak kebutuhan dana bagi setiap caleg akan semakin banyak.

Sistim suara terbanyak memungkinkan tingkat persaingan sesama caleg akan semakin ketat karena mereka bisa bersaing dengan temannya sendiri dalam satu partai, Nama beken akan membuat caleg sedikit lebih lapang jalannya dibandingkan debutan baru akan tetapi tidak jaminan akan meraup suara terbanyak, pemiih akan semakin Cerdas dalam memilih calon wakilnya untuk itu tarck record dari Caleg amatlah berpengaruh.

Pemasangan spanduk, Baliho dan lainnya rasanya tidak cukup efektif karena setiap caleg akan melakukan hal yang sama dalam rangka kampanye, untuk itu perlu cara jitu dan model baru dalam berkampanye, modal uang besar sangat penting tetapi tidak menjamin keberhasilan kalau caranya tidak tepat, disisi lain figure dan tokoh yang telah lama di kenal masyarakat dalam system ini akan lebih mudah meraup suara meski mereka dalam daftar nomor sepatu.

Yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah ketika para caleg ini telah banyak mengeluarkan uangnya untuk meraih kursi lantas ketika telah terpilih dan menjadi anggota Dewan benarkah mereka murni akan memperjuangkan kepentingan rakyat yang memilihnya atau berusaha mengembalikan uangnya dulu, hanya mereka sendiri yang tahu, kita semua hanya berharap bisa memilih orang yang tepat dan bersih




16 Desember, 2008

Fatwa Haram Golput Sebuah Politisasi Agama

Adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang melontarkan gagasan tentang Fatwa Haram Golput, hal ini dipicu oleh keprihatinan beliau tentang fenomena partisipasi Masyarakat di beberapa Pilkada yang cenderung Minim, Sebenarnya masyarakat tidaklah salah apabila memberikan suatu pilihan untuk tidak memilih karena masyarakat saat ini semakin cerdas bila mereka mengetahui track record seorang calon pemimpin dirasa tidak memiliki kriteria yang mereka inginkan maka kecenderungan untuk tidak memilih semakin besar. Sebenarnya ini adalah cambuk peringatan bagi para politisi dan Partai politik untuk mengusung sebuah wacana Baru tentang kejujuran dalam berpolitik alias berpolitik secara bersih, karena sudah menjadi rahasia umum di Negeri ini tentang politik Dagang Sapi yang di praktekan para politikus kita selama ini, kalau toh ada politikus atau Partai yang bersih itu bisa di hitung dengan jari.

Usulan Fatwa Haram Golput dari Ketua MPR Menurut Prof. DR. Amin Rais yang diberitakan SM tanggal 16 Desember 2008 dapat membuat pemahaman Agama yang semrawut, karena persoalan Halal Haram itu terkait dengan konsekuensi Agama , seperti Dosa dan pahala, syurga dan Neraka padahal praktik politik dan dinamikanya adalah urusan duniawi, sehingga rasanya sesuatu yang kurang bijak apabila sampai menyudutkan orang lain dengan pilihannya untuk menjadi golput. Bagaimanapun juga Golput adalah sebuah pilihan jadi mau atau tidak sebagai negara Demokrasi harus menghormati pilihan rakyat karena kebebasan dalam memilih adalah salah satu ciri dari Demokrasi itu sendiri.

Bagi para Ulama ataupun yang berkompeten dalam hal memberikan sebuah Fatwa rasanya tidak bijak kalau sampai larut terlalu jauh dalam hal politik, meski Dalam Agama sendiri politik adalah satu kesatuan untuk membentuk sebuah Daulah tapi dalam kontek KeIndonesiaan rasanya kurang pas andaikata diterapkan, karena kalau kita membaca Sejarah tentang Islam itu sendiri rasanya Antara Kekuasaan/Politik (Daulah Islamiyah) dan Agama selalu seiring Sejalan ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan , yang menjadi kekhawatiran kebanyakan masyarakat kita sebenarnya adalah Ketika bahasa Agama hanya dimanfaatkan individu atau kelompok tertentu untuk mencapai sebuah kepentingan jadi tak Ubahnya Agama hanya sebagai baju atau topeng saja selanjutnya prilaku orang –orang dibalik Topeng tersebut tidak jauh bereda dengan yang lainnya alias Sami Mawon.

Fatwa Haram Golput tersebut sebenarnya masih dalam taraf wacana, tentang bagaimana nanti selanjutnya masyarakatlah yang akan menilai sebenarnya Fatwa tersebut benar-benar murni untuk kemaslahatan Ummat atau hanya sekedar Bahasa Agama yang dipolitisasi atau sebaliknya Wallahu Alam semuanya kita serahkan kepada Masyarakat.


11 November, 2008

Sosok Pahlawan Dalam Pandangan Kita

Kontroversi Iklan PKS tentang Pahlawan Nasional sebagai guru Bangsa sedikit menimbulkawn polemic di masyarakat , hal ini di sebabkan salah satu tokoh yang disebut adalah HM. Suharto yang dalam Iklannya disejajarkan dengan Tokoh Pahlawan Nasional seperti Ir. Sukarno, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asyari, Jend. Sudirman dan Bung Tomo, Kontroversi muncul karena nama tokoh HM. Suharto sebenarnya belum mendapat sertifikasi sebagai Pahlawan Nasional dari Pemerintah yang berkuasa saat ini.

Dalam pandangan kita sekala kecil sosok Pahlawan adalah Orang yang sangat berjasa dalam hidup kita, hal ini tentu saja sebagian dari kita tidak akan pernah menolak apabila Kedua Orang Tua adalah sosok pahlawan dari diri kita sendiri, meski oleh sebagian yang lain karena sesuatu hal menganggap orang tuanya bukanlah sosok pahlawan baginya. Artinya dalam memandang sosok tertentu setiap orang akan sangat berbeda karena akan cenderung subyektif.Dengan demikian dalam hal menjadikan seseorang sebagai pahlawan atau bukan pemerintah sebagai satu-satunya yang berhak melmberi penghormatan atau mengangkat seseorang menjadi pahlawan atau bukan tentunya membutuhkan pemikiran yang detail dengan berbagai pertimbangan untung , rugi serta jasa Seseorang tersebut terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia dimasa lampau dan tentunya pertimbangan politis juga akan ikut mewarnainya.

Terlepas dari kontroversi HM Suharto menjadi pahlawan atau bukan apa yang dilakukan PKS dengan iklan politiknya tersebut saya pikir tidak mengada-ada dan sah-sah saja dalam memposisikan mantan Presiden Suharto (alm) sebagai sosok seorang Pahlawan meski menurut banyak Pakar menganggap Suharto banyak merugikan Negara karena berbagai kasus KKN yang Ia lakukan bersama Kroni-ktroninya selama kurun waktu Dia memangku jabatan sebagai presiden, disisi lain juga banyak jasa-jasa yang Ia lakukan untuk Bangsa Indonesia pada saat itu, Menyerahkan semuanya pada masyarakat Indonesia seperti yang dikatakan Presiden PKS Tiffatul Sembiring adalah salah satu cara bijak untuk Menjadikan mantan Presiden Suharto layak menjadi pahlawan atau tidak, bagaimana menurut pandangan sampean.



28 Oktober, 2008

Ketika Partai Mulai Munculkan Nama Calon Presiden

Menjelang Pemilu 2009 adalah saat paling sibuk bagi Partai politik untuk mengusung calon presiden yang akan meraka pasang untuk menarik sebanyak-banyaknya simpati masyarakat, jauh-jauh hari PDIP telah mengusung Megawati sebagai calon Presiden dalam pemilu yang akan datang, disusul oleh partai Demokrat yang tetap akan memasang Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presidennya, partai debutan baru Gerindra menjadikan Prabowo Subianto sebagai Ikon dalam Iklan politiknya, sementara sosok seperti Sutiyoso sampai saat ini masih dipusingkan dengan kendaraan partai yang akan dijadikannya sarana untuk meraih kursi Kepresidenan dan yang terakhir PKS telah memunculkan Delapan nama calon Presiden yang dianggap layak oleh partai tersebut.
Ketika partai politik dan politikus sedang ramai memperebutkan kursi kekuasaan seolah dia lupa akan masalah yang sedang terjadi dalam masyarakat yang notabene menjadi konstituen yang akan diperebutkannya pada pemilu mendatang.Rakyat kecil tetap bergulat dengan kemiskinan, pengangguran dan segala hal yang berhubungan dengan kesulitan hidup yang selama ini meliputinya, jangankan berebut kursi kekuasaan sekedar untuk mencari sesuap nasi saja mereka harus susah payah mencarinya, mungkinkah hal ini terlintas di pikiran para elit politik yang sedang haus dengan kursi kekuasaan yang kadang menghalalkan segala cara untuk memperolehnya.

Rasanya sulit pada saat ini mencari sosok pemimpin yang bisa mengerti kondisi masyarakat yang sesungguhnya, hal ini dikarenakan para Tokoh tersebut bukan lahir dari masyarakat kebanyakan, dia hadir dan lahir dari masyarakat menengah keatas yang selama ini tidak merasakan pahit getirnya kehidupan sehingga apa yang mereka tahu juga seperti yang mereka rasakan, yang timbul akhirnya matinya rasa peka terhadap kehidupan rakyat kecil. Apabila sosok yang akan memimpin Negeri ini lima Tahun yang akan datang adalah figure yang demikian saya yakin kehidupan masyarakat miskin di Negeri ini tidak akan kunjung membaik.

Fenomena yang meliputi para elit politik kita saat ini adalah mencari jalan tengah sebagai solusi kompromi politik antar elit, yang menjadi pertanyaan kita adalah siapakah yang akan menerima keuntungan tersebut ?... tentu saja ya para elit politik yang sedang berkompromi sedangkan masalah rakyat adalah menjadi yang ke nomor sekian, kalau ini yang terjadi sampai kapan rakyat menunggu untuk hidup lebih sejahtera…



22 Oktober, 2008

Pansus Orang Hilang Antara Keadilan dan Politisasi Nasib Rakyat

Ramai-ramai munculnya pansus orang hilang di beberapa pemberitaan akhir-akhir ini tidak lebih dari sekedar menarik simpati bagi keluarga korban untuk kepentingan pemilu yang akan datang sebagaimana di beritakan http://www.kompas.com/ pada tanggal 22 Oktober 2008 bahwa Ketua Pansus Orang Hilang Effendi Simbolon dari Fraksi PDI-P mengatakan bawa aktifnya kembali pansus disebabkan tak selesainya kasus ini di Kejagung. Malahan, menurut Effendi, Kejagung membalikkannya dengan meminta Presiden mengeluarkan Keppres Pembentukan Pengadilan Ad-hoc."Sebenarnya bilamana pemerintah proaktif presiden menginstruksikan Kejagung melakukan penyelidikan atas temuan Komnas HAM maka tidak harus ke DPR. Jadi, jangan disalahkan DPR itu melakukan prakarsa dan proaktif," ujar Effendi di Gedung DPR RI kemarin, Effendi mengatakan Kejagung justru membalikkan masalah ini dengan meminta Keppres pembentukan pengadilan Ad- hoc yang hanya bisa jika ada persetujuan dari DPR.

Terlepas dari apa yang terjadi di lingkungan legislative, Eksekutif dan Yudikatif saat ini yang jelas keluarga korban saat ini akan tetap menuntut keadilan atas lenyapnya keluarga mereka dari muka Bumi ini tanpa meninggalkan jejak, kita semua berharap agar lembaga terkait yang dipercaya untuk mengungkap kebenaran dan yang sesungguhnya terjadi melakukan pekerjaan dengan tanpa embel-embel politis dan memanfaatkan moment tersebut untuk kepentingan tertentu. Rasanya rakyat sudah semakin letih dan muak dengan permainan sandiwara para elit di Negeri ini yang dengan enaknya mempermainkan nasib orang lain demi untuk kepentingan politiknya, apalagi pada saat menjelang Pemilu seperti ini apapun bisa dijadikan komoditas politik.

Sebenarnya kita semua sebagai rakyat kecil tidak menuntut terlalu berlebihan kepada para penguasa dan elit politik yang dibutuhkan saat ini hanyalah sebuah pengayoman dari Orang-orang yang berkuasa saat ini sehingga Rakyat merasa dilindungi apalagi dengan adanya krisis Global yang mulai terasa dampaknya bagi rakyat, untuk itu kita semua ingin mengingatkan kepada para elit di Negeri ini untuk tidak lagi bermain-main dengan nasib rakyat kecil.


10 Oktober, 2008

Melihat Calon Wakil Kita lewat DCS

Pesta Demokrasi di Indonesia sebentar lagi akan digelar beberapa persiapan untuk menyongsong pergulatan acara tersebut telah lama dipersiapkan terlebih lagi persiapan yang telah dilakukan oleh partai dan politisi kita sudah sedemikian hebohnya, banyak sekali yang telah mereka korbankan demi untuk mencari sebanyak-banyaknya simpati dan dukungan dari masyarakat pemilih, masih segar dalam ingatan kita ketika beberapa partai politik yang mengadakan acara mudik Gratis dan bertebarannya posko mudik di sepanjang perjalanan sungguh sesuatu yang positif dan membahagiakan bagi para pemudik, tapi yang perlu kita ingat selalu bahwa Tidak ada yang Gratis dalam hidup ini.

Rasanya sekali lagi Hukum alam kembali terlihat jelas di depan mata kita, ketika Orang Jawa mengatakan “ Jer Basuki Mowo Beyo “ disinilah apa yang sedang dilakukan partai politik dan Calon Wakil kita saat ini, ketika saya amati beberapa calon wakil rakyat untuk daerah pemilihan Jawa Tengah masih banyak terlihat muka-muka lama di nomor jadi terutama untuk partai-partai yang berpotensi meraup suara banyak di Jawa Tengah, dengan demikian partai politik besar ternyata cenderung mempertahankan kader-kadernya untuk dijadikan pilihan dari kepanjangan tangan partai dan ini rasanya sangat wajar karena orang lama cenderung tingkat loyalitas terhadap partai tidak diragukan lagi, mudah-mudahan mereka bukan termasuk para politikus yang terlibat dalam korupsi berjamaah dari masa lalu.

Ada hal yang menarik ketika saya melihat beberapa nama ternyata mereka sahabat seperjuangan saya dulu ketika masih sama-sama sebagai aktifis di salah satu organisasi kemahasiswaan dan saya tahu kapasitas dan kredibilitas dia rasanya layak mereka menjadi wakil rakyat, saya sempat mengucapkan selamat kepada mereka dengan beberapa pesan semoga tetap bisa menjaga Amanah dan juga sanggup menahan diri terhadap napsu KKN yang sangat kental aromanya di lingkungan yang sedang mereka geluti saat ini. Sebagai Rakyat yang memiliki hak pilih mari kita gunakan hak pilih kita untuk memilih wakil kita yang benar-benar kita tahu jangan sampai kita terjebak lagi memilih kucing dalam karung .


12 September, 2008

Nama Beken Bukan Jaminan

Ramai-ramai beberapa selebritis kita mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah dalam pilkada belakangan ini, di satu sisi mencerminkan proses demokrasi di Negeri ini semakin baik karena setiap warga Negara memiliki hak yang sama untuk memilih dan di pilih, disisi lain menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian politikus kita yang merasa akan tergusur wilayah yang selama ini telah menjadi tempat mereka menggantungkan harapannya karena mereka menganggap bahwa para selebritis tersebut sudah tidak asing lagi di mata pemilih/ Rakyat, rasanya politikus yang mempunyai pandangan demikian boleh sedikit berlega hati.

Seperti diberitakan kompas tanggal 12 September 2008 Orang-orang Ngetop atau terkenal di Tanah Air ternyata belum cukup untuk mengantarkan mereka meraih jabatan kepala daerah. Paling tidak, itulah yang dirasakan presenter dan raja kuis Helmi Yahya serta pedangdut Saipul Jamil. Sebelumnya pelawak yang juga anggota DPR dari Partai Demokrat, Komar, gagal di Pilkada Indramayu. Demikian pula dengan mantan pemain film Marissa Haque yang gagal menjadi wakil gubernur Banten.

Kekalahan Helmi dan Saipul ini menunjukkan bahwa pemilih bukan cuma memilih figur terkenal yang gampang diingat. Nama Saipul Jamil memang dielu-elukan ketika disebut petugas penghitungan suara di TPS, tapi hasilnya kalah telak. Helmi Yahya memang bukan sembarang selebritis sebab dia memiliki latar belakang pendidikan yang sangat baik, tetapi itu belum cukup.
Setelah Helmi dan Saipul, masih ada lagi selebritis yang bertarung di pilkada. Mereka adalah bintang sinetron Primus Yustisio di Kabupaten Subang, bintang sinetron Dicky Chandra di Garut, dan pedangdut Ayu Soraya di Tegal.

Semakin Cerdas rakyat dalam memilih pemimpin sehingga prediksi para politikus kita ternyata tidak selamanya benar, disamping cukup dikenal masyrakat luas tentu saja kredibilitas sang Tokoh sangat mempengaruhi masyarakat dalam memilih, yang tak kalah penting adalah pasangan sang tokoh kalaupun selebritis tersebut termasuk orang yang kredibilitasnya tidak di ragukan lagi akan tetapi pasangannya termasuk orang yang tidak disukai rakyat sama saja, karena pada dasarnya mereka adalah satu paket.

Bagaimana dengan beberapa partai yang latah calegnya banyak memajang para selebritis kita, mampukah mereka mengeruk suara dalam pemilihan yang akan datang, semuanya tergantung pilihan masyarakat dengan semakin dewasanya rakyat dalam berdemokrasi maka hanya pemimpin yang berkualitas lah nantinya yang akan memimpin Negeri ini, semoga.

06 September, 2008

Seharusnya Parpol dan Politikus Instrospeksi

Fakta pilkada di beberapa Daerah menunjukkan angka partisipasi masyarakat yang rendah dalam pemilihan kepala daerah adalah bukti bahwa faktor ketidak percayaan masyarakat terhadap partai dan politikus sangat lemah.
Ini bisa dijadikan barometer dalam menghadapi pemilu legislative dan Pemilihan presiden pada Tahun 2009 yang akan datang, karena masyarakat sekarang lebih mengerti siapa dan bagaimana Partai yang menurut mereka akan dijadikan pilihan pada pemilu mendatang, kalau mereka menganggap tidak ada yang pantas di pilih maka akhirnya dia akan memberikan sebuah keputusan untuk Tidak memilih alias Golput, kalau itu yang terjadi jangan salahkan keputusan rakyat partai dan Politikus harusnya yang bertanya kepada diri dan organisasinya mengapa itu terjadi.

Dengan semakin cerdasnya masyarakat kita saat ini, sosok yang ditawarkan partai untuk menjadi Caleg maupun Presiden yang akan datang haruslah sosok yang kredibel, bukan hanya sekadar memunculkan wajah lama yang membosankan rakyat,Terlebih lagi sosok-sosok karbitan yang baru muncul melalui iklan politik, karena tokoh yang muncul dikarenakan iklan politik tersebut kita tidak pernah tahu track record dari sang tokoh dalam hal kepemimpinan.

Meningkatnya golput dalam pilkada disamping karena ketidaksiapan sebagian penyelenggara pilkada, juga disebabkan tokoh yang ditawarkan memang kurang mendapatkan simpati dari rakyat, untuk itu kita beri waktu kepada pihak partai dan para Politikus kita untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan cermat dan cerdas, jangan sampai politikus busuk dan basi yang mereka tawarkan kepada kita semua untuk memimpin Bangsa ini hingga lima Tahun yang akan datang.

Demikian juga untuk meningkatkan partisipasi politik dalam pemilu yang akan datang seharusnya melibatkan semua unsur antara lain pemerintah, Komisi Pemilihan Umum, partai politik dan seluruh lapisan masyarakat di Negeri ini mudah-mudahan dengan semakin dewasanya dalam berpolitik Pemilu yang akan datang sukses dan menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik.

22 Agustus, 2008

Gus Dur VS Muhaimin Iskandar Mengapa Bisa Terjadi

KH. Abdurrahman Wahid adalah merupakan sosok Ulama dan cendikiawan Kharismatis yang sangat di hormati bukan hanya dikalangan Nahdiyyin bahkan sudah Mendunia, Fatwa dan Ijtihad politiknya menjadi acuan politikus Muda di Negeri ini, dengan model guyonan khas dan cerdas dalam menjawab situasi dan kondisi yang sedang terjadi adalah ciri khas Ulama Kharismatis cucu pendiri Organisasi Islam terbesar Indonesia bahkan di Dunia itu.

Tradisi Tawadhu’ dan Sami’na Wa atho’na kepada Ulama dan Kyai adalah ciri khas dari tradisi di kalangan Nahdiyyin dalam menjalankan ajaran Agama, akan tetapi rasanya sulit tradisi tersebut di lakukan di Dunia politik kalangan santri Nahdiyyin, hal ini terbukti dengan seringnya terjadi perselisihan di Partai yang menurut Gus Dur merupakan anak kandung dari NU tersebut. Mengapa hal ini bisa terjadi ?.

Beberapa tokoh Partai sering diganti karena dianggap tidak sejalan lagi dengan garis kebijakan Partai yang identik dengan kebijakan Gus Dur, berawal dari Matori Abdul Jalil (Alm) yang di copot Gus Dur karena membelot untuk menghadiri SI DPR/MPR yang menghasilkan Megawati sebagai Presiden, Kemudian Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf ( masih Keponakannya) keluar dari partai Hingga akhirnya dualisme Kepemimpinan di Partai berlambang Dunia itu terjadi saat ini, duet Muhaimin Iskandar dan Lukman Edi di satu sisi dengan Ali Maskur Musa dan Yenny Wahid disisi yang lain yang pada akhirnya merambah ke arena hukum sehingga melahirkan sebuah keputusan bahwa PKB yang diakui adalah PKB versi Muhaimin sebagai Dewan Tanfidz dengan Dewan Syuro KH. Abdurrahman Wahid.

Mengapa Rasa Hormat dan tunduk kepada sosok Gus Dur dilingkungan partai yang di deklarasikan dan dibesarkan Oleh Gus Dur itu kian hilang, mungkinkah ini merupakan Ijtihad politiknya para kaum Muda dikalangan Nahdiyyin, tidak takutkah kalangan politikus muda ini menjadi kualat karena telah berani melawan atau berseberangan dengan Gusdur, sebagai orang awam yang sangat mencintai Kedamaian saya berharap mudah-mudahan konflik yang terjadi di tubuh PKB segera berakhir dengan happy Ending yaitu dengan bersatunya kembali antara kubu Gusdur dengan kubu Muhaimin sehingga ummat yang ada di akar rumput tidak dibuat bingung, semoga cepat terjadi.