19 September, 2008

RUU Pornografi Apa Kabar

Menjelang disahkannya Rancangan Undang-undang tentang pornografi hingga saat ini masih terjadi tarik ulur berbagai kepentingan sebagaimana diberitakan oleh Kompas.com, dua pihak yang pro dan kontra masing-masing saling mempertahankan argumennya dan ini tidak lepas dari kepentingan politik.

Pada dasarnya setiap manusia yang mempunyai hati nurani pasti tidak pernah menyukai kalau generasi yang akan datang mempunyai ahlak yang bobrok dikarenakan merebaknya kegiatan pornografi dan pornoaksi yang dilakukan oleh sebagian orang hanya semata-mata untuk kepentingan bisnis tak lebih dari itu, kalaupun mereka berdalih mempertahankan budaya maka kita bertanya-tanya dalam hati budaya yang mana ?... bukankah Indonesia ini dikenal dengan budayanya yang santun dan mempunyai etika yang cukup baik, mengapa mereka memutarbalikkan fakta sehingga budaya seronok dan memamerkan aurat adalah budaya kita, bukankah itu budaya orang-orang barat yang telah meracuni sebagian generasi kita mengapa harus dipertahankan.

Kami menghimbau kepada para wakil Rakyat yang kami telah menunjuknya untuk menyuarakan aspirasi kami meskipun mereka seringkali menyuarakan kepentingannya sendiri untuk duduk bersama baik yang pro maupun yang kontra agar menyamakan persepsi, lepaskan semua atribut Agama, Ras, Budaya, politik dan kepentingan Bisnis yang lebih kental didalamnya kemudian gunakan hati dan nurani masing-masing, semua yakin ketika hati dan nurani berbicara maka kesepakatan dan Undang-Undang Pornografi tersebut segera terwujud dan secepatnya akan disahkan oleh Pemerintahan kita.

Sebagai manusia yang memiliki kepekaan terhadap lingkungan di sekitarnya pastilah menginginkan kondisi masyarakat tentram dan aman dan tidak dipusingkan oleh hal-hal yang mengakibatkan generasi kita hidup dan tumbuh di lingkungan yang cenderung bebas seperti budaya Orang-orang di luar sana, pastilah seperti itu tidak pernah sejalan dengan nurani kita terlebih lagi terhadap Agama dan Kepercayaan yang kita yakini selama ini.
Gambar : Kompas.com

11 komentar:

  1. Saya setuju.... Saya termasuk yang Pro RUU Pornografi. Biar orang-orang yang berbisnis yang sifatnya pornografi masuk penjara semua. Sekarang juga kalo nonton tv kebanyakan isinya aurat wanita semua, ya gak????? Tapi apa indonesia benar2 bisa menjalankan Undang-undang ini??? Ayo sapa mau menjawab....

    BalasHapus
  2. Kabar dari indonesia sih (walaupun bulan puasa masih tetap jalan porno2annya :D)

    ini adalah sebuah wacana bagi negeri ini wacana yang penyelesaiannya bukan pada negara tapi pada tiap individu tiap2 warga Indonesia. Siap jg sih yang mau menjual tubuh mereka demi sesuap nasi jika peluang kerja di indonesia banyak mungkin jadi tidak ada yg kayak gini2an

    Syariat Islam bagusnya di tegakkan di negara ini

    BalasHapus
  3. Jika RUU itu di syahkan, bisa jadi Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, Tradisi di Bali, Danau Toba, Dayak, Gunung Bromo, Tradisi Jogyakarta, Tradisi Kutai, dsb. Juga Industri Pariwisata, geliat ekonomi, lapangan kerja, pembangunan keilmuan, dsb. Ini yg mereka maksud bahwa RUU itu bisa menjadi bumerang malapetaka. Pak Sholeh

    BalasHapus
  4. saya kira isi RUU yg hendak disahkan perlu dipublikasikan dulu. melihat opini masyarakat luas. supaya benar-benar transparan. sebagian besar masyarakat saya kira setuju perlunya undang-undang itu. masalahnya kan apakah benar-benar sesuai aspirasi rakyat atau tidak.

    BalasHapus
  5. Hahaha anggota DPR yang ngajuin RUU itu kan cuma cari muka saja biar dibilang bersih.. padahal sebagian besar dari mereka justru doyan yang "gitu-gituan"

    BalasHapus
  6. Terlepas dari pro dan kontra UU Pornografi, saya anti pornografi, pornoaksi, juga pornowicara...

    BalasHapus
  7. pro dan kontra ttg RUU pornografi memang hal yang wajar, pak sholeh, karena dinilai masih ada klausul2 yang harus dibedah ulang. saya sendiri berharap RUU bisa disahkan menjadi UU sepanjang tidak membatasi hak2 kreatif seseorang utk berkarya.

    BalasHapus
  8. :) kenapa di blog ini juga muncul pro kontranya? Sahabat, mari menjernihkan hati... saya setuju dengan pendapat P Sawali. (apakah ini berarti juga menambah pro dan kontra? )

    BalasHapus
  9. salam
    pati pro kontra akan ada karena itu bias juga kalau dibenturkan dengan budaya dengan adat-istiadat jdi bingung memaknai pornografi mesti jelas dulu definisinya kali ya, tapi ya saya pribadi pastinya anti pornografi dong :)

    BalasHapus
  10. Waduh.. baru denger denger lagi nih.. RUU anti porno-pornoan gitu.. udah lama juga yah.. semoga yang terbaik dan yang baik yang menang.. Amiin..

    BalasHapus