08 Agustus, 2008

Marilah Berbuat sesuai Kemampuan, Bukan Kemauan

Adalah sesuatu yang sangat bijaksana apabila kita menyadari siapa kita yang sesungguhnya, kenapa demikian ? ketika kita merasakan suatu beban yang teramat sangat berat mendera kehidupan kecenderungan yang kita lakukan adalah memaksakan diri untuk keluar dari beban tersebut atau dengan susah payah bahkan dengan segala cara kita akan capai target-target yang sangat tidak realistis dan cenderung diluar kemampuan kita.

Dan ini merupakan fitrah manusia yang memiliki sifat demikian, sehingga terkadang kita berharap atau menginginkan sesuatu yang berada di luar batas kemampuan kita, sebenarnya kalau kita mau berpikir sedikit lebih dalam bukankah Sang pencipta telah menciptakan masing-masing dari kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya .

Orang yang menginginkan sesuatu diluar kemampuan dan keahliannya, sebenarnya mereka termasuk orang yang berlebihan. tipe semacam ini tidak akan mendapatkan apa-apa dari sikap buruknya itu, kecuali penyesalan dan kehancuran karena ketika kita mempunyai sifat seperti itu pasti akan akan selalu bertindak sembrono dan ceroboh, sehingga yang kita harapkan tidak pernah sesuai dengan kenyataan yang ada.

Lihatlah akibat kecerobohan yang dilakukan oleh beberapa politikus dan pejabat kita, karena dia mentargetkan dalam masa jabatannya harus memiliki ini, itu dan lainnya, diapun melakukan segala cara, akan tetapi apa yang ia terima, hanyalah sebuah penyesalan ( berurusan dengan ranah hukum akibat KKN) sebenarnya mereka tidak pandai mengukur diri, kadang bertindak tidak berdasarkan kemampuan atau ilmu yang dia miliki tapi lebih didasari oleh keinginan nafsu duniawi.

Optimis dan mempunyai cita-cita yang sangat tinggi wajib bagi kita untuk lebih bersemangat dalam mengarungi kehidupan, akan tetapi berbuat diluar kemampuan, sebaiknya kita hindari dari pada penyesalan yang akan kita terima, bukankah berbuat dan berpikir realistis itu lebih baik….. salam

Gambar : diambil dari bolanews.com

13 komentar:

  1. salam
    Intinya sadar dan tahu diri dan amanah melakukan tugas...

    BalasHapus
  2. itulah repotnya kalau para pejabat dan politisi terlalu berambisi, bahkan ambisius, pak sholeh. mereka seringkali tak mengukur kemampuan. alkirnya muncullah machiavelli2 baru yang menghalalkan segala cara utk mewujudkan ambisinya yang sering tdk masuk akal. semoga kita bisa tetep eling lan waspada, pak ...

    BalasHapus
  3. memang mas untuk mementingkan money sang politis yang tidak tahu apa2 yang jadi pemimpin itu karena politisi2 sekarang banyak yang memaksakan untuk maju padahal dia tidak mampu untuk memimpin kasian rakyat miskin mas

    BalasHapus
  4. nice post kang

    memang manusia, terkadang melewatai batas.....
    akibatnya, bukannya rahmat yang didapt, musibah bisa melanda

    BalasHapus
  5. adalagi yang tidak punya keinginan berbuat (baik).. padahal mampu... ini juga tidak baik khan??

    BalasHapus
  6. Biar komentarnya bisa langsung, caranya di [http://kolom-tutorial.blogspot.com/2008/06/kotak-komentar-di-bawah-posting.html] Mas...

    BalasHapus
  7. Kalau ngedit menu pelajari di [http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/12/horizontal-tab-menu-10.html]

    BalasHapus
  8. Selamat, komentarnya sudah enak...

    BalasHapus
  9. Betul pak achmad, sebagai WN adalah memberikan apa yang mampu diberikan dan bukan kemauan, jadi apa yg sudah kamu berikan dan bukan apa yg sudah bangsa berikan. Karena bangsa tidak dapat memberikan apa-apa jika warga negaranya yg tidak memberikan kepada negara.

    BalasHapus
  10. mari marilah kemari ... lho kok kayak lagu juga yah :D

    BalasHapus
  11. Memang kalau seseorang ingin berbuat tapi diluar kemampuan, hasilnya tidak akan bisa maksimal. Justru kadang mereka akan menempuh jalan pintas.

    BalasHapus
  12. pak, kalo menurut saya.. optimisme itu wujud dari kemauan yang bersandar pada kemampuan..

    BalasHapus
  13. mesti berhitung kemampuan ulang ni..

    BalasHapus