22 Desember, 2008

Pendidikan Anti Korupsi Seberapa Penting


Ternyata keberhasilan KPK dalam mengurangi tindak kejahatan Korupsi masih belum terlihat efek jeranya terhadap birokrasi kita saat ini, Apalagi ketika Bulan Desember seperti ini dimana beberapa instansi pemerintahan ramai-ramai menghabiskan anggaran yang masih tersisa daripada hangus, sebenarnya rakyat akan sangat mendukung apabila KPK ada hingga Daerah tingkat II Kabupaten/kota apabila Pemerintahan kita benar-benar mempunyai komitmen yang cukup tinggi terhadap pengurangan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, karena di Daerah birokrasinya masih diselimuti praktek tersebut sehingga Seseorang yang mempunyai kapasitas sebagai pimpinan proyek masih dengan leluasa memeras Rekanannya sehingga yang menjadi korbannya lagi-lagi adalah Masyarakat, bayangkan saja jika yang di peras itu adalah rekanan yang bertugas untuk perbaikan jalan mau tidak mau dia harus putar otak supaya masih bisa untung akibatnya kualitas jalan jelas tidak sesuai dengan harapan demikian juga dengan proyek yang lainnya.

Merubah mental korup ternyata tidak mudah, yang perlu kita acungi jempol adalah saat ini lagi trend beberapa sekolah di Daerah sedang menyelenggarakan KANTIN KEJUJURAN, ini merupakan sarana yang tepat untuk membentuk mental generasi Bangsa dari penyakit generasi sebelumnya. Memang perbaikan mental harus di tanamkan sejak dini karena dengan pembiasaan model seperti ini akan menjadikan generasi kita jauh lebih baik dibandingkan Generasi Tua yang cenderung korup. Entah sampai kapan mental Korup ini akan berkurang, haruskah kita menunggu hingga satu atau dua generasi hilang, tidak cukupkah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti yang kini telah masuk kurikulum pendidikan kita, adalah sebuah pertanyaan yang sangat wajar kita dengar dari kebanyakan masyarakat, kemungkinan ada yang salah didalamnya sehingga tidak cukup berpengaruh dalam membentuk mental generasi Bangsa kita, jawabnya jelas ada yang salah dalam pola pengajarannya karena yang kita amati selama ini model pembelajaran yang ada hanya sekedar teori dan pada umumnya hanya model hapalan tanpa berusaha menyentuh dari hakekat pembelajaran itu sendiri, mohon maaf kalau pengamatan saya salah karena saya bukanlah praktisi pendidikan seperti beliau-beliau, semua ini hanyalah harapan dari masyarakat kebanyakan.

Menanamkan kejujuran dalam diri seseorang bukanlah hal yang mudah karena akan banyak faktor yang mempengaruhinya, akan tetapi dengan pembiasaan dengan model Kantin Kejujuran bisa menjadi pilihan, Bagi para pakar dan praktisi pendidikan mudah-mudahan sudah berpikir untuk memasukkan Pendidikan Anti Korupsi ke dalam kurikulum Pendidikan Nasional kita, sehingga pembiasaan sejak dini rasanya akan jauh lebih efektif daripada menindak atau mengobati penyakit KKN yang telah kronis sebagaimana yang dilakukan KPK saat ini, untuk itu kalau boleh meminjam istilah AA Gym bahwa Mulailah dari sesuatu yang kecil, mulailah dari diri kita sendiri dan mulailah saat ini juga.


12 komentar:

  1. "Kantin Kejujuran" kalau kebetulan yang datang adalah orang-orang yang jujur sih nggak masalah. Tapi kalau yang datang orang yang nggak jujur, bisa bangkrut nanti.

    BalasHapus
  2. Mulailah dari sesuatu yang kecil, mulailah dari diri kita sendiri dan mulailah saat ini juga...trims broo

    BalasHapus
  3. Gak usah dididik deh, semua juga dah tau korupsi itu dosa

    BalasHapus
  4. yah aku liat di tv kantin kejujuran anak-anak yang jajan disana ngelani sendiri dengan jujur

    BalasHapus
  5. Jujur yang ini bukan jujur kacang ijo atau jujur ayam kan... yang cuma ngenakin dan Ngenyangin sesaat di perut??. Jujur yang ini jujur beneran kan? jujur pada hati, jujur pada diri sendiri, jujur yang ngenakin hati dan ngenyangin laparnya jiwa.!!

    BalasHapus
  6. postingan yang menarik, pak sholeh. korupsi di negeri ini agaknya meang sudah mengakar hingga ke lapisan birokrasi yang paling bawah. pendidikan agama dan PKn yang diajarkan di sekolah hanyalah media penguat dalam menanamkan nilai2 luhur hakiki ke dalam jiwa siswa didik. selebihnya sangat ditentukan bagaimana situasi yang berlangsung di dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. meski demikian, langkah2 inovatif seperti kantin kejujuran agaknya memang perlu dilakukan utk memperkuat akar kejujuran kedalam jiwa anak hingga akhirnya kelak mereka memiliki semangat antikorupsi.

    BalasHapus
  7. salut pak ... kita belajar korupsi aja hahaha
    maaf bercanda hahaha
    pendidikan anti korupsi memanglah harus ditanamkan sejak dini dan menjadi semacam doktrin dan budaya

    BalasHapus
  8. Aku dipeseni Gus Yehia, Mas Sholeh kon melu Programe Gus Ye...
    Aku Jujur lho pak

    BalasHapus
  9. korupsi ?
    banyak yang punya alesan karena gaji kurang, nggak ada tambahan, hidup miskin dan seabreg alasan. Tapi nyata dilapangan bahwa para KORUPTOR adalah orang-orang yang mapan dari sisi materi dan jabatan.
    jadi menurut saya adalah persoalan moral.

    BalasHapus
  10. pokoknya penting sekali tuh!

    BalasHapus
  11. Haruskan kita meniru sistem negara komunis agar korupsi bisa hilang? *effek dari kebencian atas kkn dinegeri ini*

    BalasHapus