28 Oktober, 2008

Ketika Partai Mulai Munculkan Nama Calon Presiden

Menjelang Pemilu 2009 adalah saat paling sibuk bagi Partai politik untuk mengusung calon presiden yang akan meraka pasang untuk menarik sebanyak-banyaknya simpati masyarakat, jauh-jauh hari PDIP telah mengusung Megawati sebagai calon Presiden dalam pemilu yang akan datang, disusul oleh partai Demokrat yang tetap akan memasang Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presidennya, partai debutan baru Gerindra menjadikan Prabowo Subianto sebagai Ikon dalam Iklan politiknya, sementara sosok seperti Sutiyoso sampai saat ini masih dipusingkan dengan kendaraan partai yang akan dijadikannya sarana untuk meraih kursi Kepresidenan dan yang terakhir PKS telah memunculkan Delapan nama calon Presiden yang dianggap layak oleh partai tersebut.
Ketika partai politik dan politikus sedang ramai memperebutkan kursi kekuasaan seolah dia lupa akan masalah yang sedang terjadi dalam masyarakat yang notabene menjadi konstituen yang akan diperebutkannya pada pemilu mendatang.Rakyat kecil tetap bergulat dengan kemiskinan, pengangguran dan segala hal yang berhubungan dengan kesulitan hidup yang selama ini meliputinya, jangankan berebut kursi kekuasaan sekedar untuk mencari sesuap nasi saja mereka harus susah payah mencarinya, mungkinkah hal ini terlintas di pikiran para elit politik yang sedang haus dengan kursi kekuasaan yang kadang menghalalkan segala cara untuk memperolehnya.

Rasanya sulit pada saat ini mencari sosok pemimpin yang bisa mengerti kondisi masyarakat yang sesungguhnya, hal ini dikarenakan para Tokoh tersebut bukan lahir dari masyarakat kebanyakan, dia hadir dan lahir dari masyarakat menengah keatas yang selama ini tidak merasakan pahit getirnya kehidupan sehingga apa yang mereka tahu juga seperti yang mereka rasakan, yang timbul akhirnya matinya rasa peka terhadap kehidupan rakyat kecil. Apabila sosok yang akan memimpin Negeri ini lima Tahun yang akan datang adalah figure yang demikian saya yakin kehidupan masyarakat miskin di Negeri ini tidak akan kunjung membaik.

Fenomena yang meliputi para elit politik kita saat ini adalah mencari jalan tengah sebagai solusi kompromi politik antar elit, yang menjadi pertanyaan kita adalah siapakah yang akan menerima keuntungan tersebut ?... tentu saja ya para elit politik yang sedang berkompromi sedangkan masalah rakyat adalah menjadi yang ke nomor sekian, kalau ini yang terjadi sampai kapan rakyat menunggu untuk hidup lebih sejahtera…



17 komentar:

  1. negara kita pengecualian, golput is oke

    BalasHapus
  2. Mari kita buat partai sendiri, apalah namanya asal mencantumkan kata blog, plurk, posting atau apalah yang berkaitan dengan blogging. Kemudian kita usung Pak guru Marsudiyanto jadi kandidat Presiden. Setidaknya presiden plurk.

    BalasHapus
  3. Artikel anda:

    http://politik.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/ketika_partai_mulai_munculkan_nama_calon_presiden

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!

    BalasHapus
  4. mas achmad, maap ya aq dah lm blom bls komen, lg mghilang kiy :D ehhehe..

    BalasHapus
  5. saya yakin pada saatnya nanti rakyat bakal sejahtera. Yah.. optimis mode:
    tapi kesejahteraan yang mandiri alias tanpa intervensi elite..

    BalasHapus
  6. Ya memang target utama Presiden,
    Semua pada demen presiden.

    sumintar.com

    BalasHapus
  7. Calon pemimpin janjinya muluk-muluk, tapi setelah menjadi pemimpin beneran, tidak ada yang peduli terhadap rakyat.

    BalasHapus
  8. kalo gak ada yg saya kenal betulan, mending pas pemilu tidur aja. bikin pilu aja mereka kerjaannya.

    BalasHapus
  9. Terus enake milih pemimpin itu kaya apa ya ...???

    BalasHapus
  10. pemimpin yang baek sekarang sanagt jauh dari harapan, tapi kriteria baek itu gimana ya *mikir*

    BalasHapus
  11. Saya punya partai apa ndak ya...

    BalasHapus
  12. Kadang aneh kedengarannya. Orang memelas agar ia dijadikan sebagai Pemimpin (baca presiden). Padahal kl merujuk kepada sunnah, Posisi 'ketua' itu dilarang diminta, melainkan langsung ditunjuk oleh rakyat.
    Rumus ini berbanding terbalik dengan tradisi di Indo, yang jelas2 moslem majority

    gimana menurut loe cuy? :)

    BalasHapus
  13. Pusing ah mikirin politik..

    BalasHapus
  14. Saya tidak ambisi jadi PRESIDEN...

    BalasHapus
  15. saya setuju dengan kalimat pada paragraf terakhir. semua-nya hanya retorika belaka...
    kepentingan rakyat akan benar2 jadi ELIT = Ekonomi suLIT...

    BalasHapus
  16. kepemimpinan bukan hanya terlahir dari mereka yg sebelumnya berasal dari kaum "kebanyakan". Karena kepemimpinan adalah sangat erat kaitannya dengan hati nurani!

    BalasHapus