21 Juli, 2008

Hilangnya Sebuah Kepercayaan

Sungguh sangat mahal harga sebuah kepercayaan bagi kita, apalah artinya semua yang kita miliki tapi orang lain tidak percaya lagi kepada kita niscaya akan menjadi orang asing dilingkungan kita sendiri.
Telah banyak kejadian yang merugikan karena telah hilangnya sebuah kepercayaan, dalam sebuah demokrasi di beberapa pilkada yang telah berlalu demikian tingginya angka golput ini dikarenakan rakyat semakin tidak percaya kepada janji kosong yang sering di suarakan oleh para politikus, akhirnya Rakyat memberi keputusan pilihan untuk tidak memilih.
Di dalam kehidupan berumah tangga istri sudah tidak lagi percaya apa yang diperbuat oleh suaminya karena sang suami pernah berkhianat ( selingkuh) akibatnya si istri selalu curiga dengan perubahan prilaku suami, meski sang suami telah berusaha memperbaiki kesalahannya untuk selalu berusaha jujur, tapi toh sulit bagi sang istri untuk begitu saja percaya, demikian juga apabila hal ini terjadi pada sepasang kekasih.
Seorang atasan telah hilang kewibawaannya di hadapan anak buahnya, hanya karena sering memberikan harapan kosong kepada anak buah, meskipun sebenarnya itu merupakan cara dia untuk memberi motifasi kepada bawahan agar lebih kreatif demi mewujudkan tujuan yang ingin di capai untuk sebuah pekerjaan.
Dan masih banyak lagi hal-hal yang kita lakukan tanpa kita sadari berakibat orang lain tidak percaya lagi kepada kita.
Pepatah jawa mengatakan” Ajining diri soko lathi, Ajining Rogo Soko Busono” hal ini mengingatkan kepada kita semua untuk lebih berhati-hati di dalam segala tindakan yang akan kita lakukan, karena salah sedikit saja kita berkata atau berprilaku akan meruntuhkan rasa percaya orang lain kepada kita.
Dengan berprilaku jujur disertai komitmen yang kuat terhadap setiap perkataan kita semua yakin, itulah harga yang pantas untuk sebuah Kepercayaan….. salam

8 komentar:

  1. Membangun kepercayaan sangatlah sulit, apalagi jika ingin dipercaya oleh banyak orang. Kadang jalan pintas untuk itu adalah dengan berbohong, yaitu mengumbar janji-janji yang tinggi. Namun anti klimaks tetap akan terjadi, yaitu saat janji-janji tersebut ternyata tidak ter-tepati.
    Kepercayaan pun sekecap lenyap, karena dibangun oleh kepalsuan.

    BalasHapus
  2. wipurpiss21/7/08 18:42

    Betul Pak,dalam hal apapun kepercayaan memegang peran yang utama.Kepercayaan, di situlah track record kita ditentukan...

    BalasHapus
  3. wanadamsyah21/7/08 22:55

    Jika ingin bisa dipercaya, maka bersiap lah untuk mendapat kesulitan. Ingat nabi Muhammad SAW, yang dijuluki Al Amin, Bagaimana cercaan dan siksaan dia lalui, namun hati tetap "sabar" dan "ikhlas".

    hihihi...
    serius banget yach
    makasih mas dah mampir
    adam.cikal.net

    BalasHapus
  4. Mendapatkan kepercayaan itu sulit karena umumnya hal baik yang kita lakukan jarang mendapat penilaian baik dari orang lain, sedangkan sangat mudah meruntuhkan kepercayaan karena sekali saja berbuat kesalahan maka akan selalu diingat oleh orang lain. Kenapa ya mengingat kesalahan itu jauh lebih mudah daripada mengingat kebaikan orang lain?? hiek..

    BalasHapus
  5. salam
    Setuju kepercayaan memang no satu apalah artinya hidup jika tak dipercayai atau tak bisa mempercayai mungkin, kejujuran yang dikedepankan apapun resikonya.
    baidewei trims sudah mampir di SENYAWA, salam kenal aja.

    BalasHapus
  6. paling menyakitkan jika kepercayaan itu dikhianati oleh orang terdekat, entah itu sahabat, bos, orang tua, maupun anak...

    BalasHapus
  7. Yup.. jujur adalah kunci utama dalam sebuah kejujuran...

    trimakasih dah mampir di blog saya pak :)

    BalasHapus