29 Agustus, 2009

Idola

Setiap orang dalam hidup ini pastilah mempunyai seseorang atau tokoh yang menjadi idolanya, kita terkadang tanpa sadar akan berbuat dan berprilaku seperti sang idola. Tapi terkadang kita bisa berbuat berlebihan mengorbankan segalanya demi sang tokoh yang kita idolakan tidak perduli tokoh tersebut baik prilakunya ataupun jelek sehingga kalau ternyata yang kita idolakan itu berprilaku buruk kita akan menjadi orang yang prilakunya tidak jauh dari sang idola. Untuk itu seharusnya kita perlu menyeleksi untuk memilih tokoh tersebut menjadi idola kita.

Generasi muda kita tentunya juga tidak akan lepas dengan mengidolakan tokoh tertentu, untuk itu sebagai orang tua, sahabat, guru yang baik marilah kita beri pengarahan kepada mereka untuk memilih idola kepada tokoh-tokoh yang kita anggap akan membawa mereka kearah kebaikan dan Rasulillah SAW adalah tokoh yang patut kita idolakan, tapi yang menjadi pertanyaan kita masihkah kita dan generasi kita mengidolakan Rasulillah sebagi idola dalam hidup ini, rasanya patut kita renungkan.

25 Agustus, 2009

Putri Indonesia Gatot Di Ajang Miss Universe

Meskipun dalam jajak pendapat terakhir menjelang final menempati urutan pertama namun pada akhirnya masuk srpuluh besar pun tidak, itulah yang dialami putri Indonesia 2008 Zhivana Lethisha Siregar atau yang akrab di panggil Zizi itu. Pengiriman Putri Indonesia Ke ajang Miss Universe sebenarnya masih merupakan pro kontra di dalam Negeri, beberapa kelompok mengatakan pamer kecantikan ala mis universe sebenarnya bukanlah budaya Indonesia. Karena di beberapa sesi penilaian dianggap mempertontonkan aurat, yang oleh ajaran Agama merupakan hal yang dilarang.

Dengan tidak pernahnya Putri Indonesia di ajang miss Universe masuk ke nominasi 3 besar, masih perlukah Tahun yang akan dating kita mengirim lagi Putri Indonesia ke ajang ratu kecantikan sejagat yang identik dengan buka-bukaan aurat ini ?.

20 Agustus, 2009

Mampukah Ramadhan 1430 H Menjadikan Kita manusia ideal

Manusia ideal yang di maksud adalah manusia yang mampu menyelaraskan dirinya pada kepentingan Dunia dan kepentingan setelah meninggalkan dunia ini, sebagai manusia yang mempunyai keyakinan atau Agama pastilah percaya bahwa hidup bukan hanya saat ini tapi ada lagi yang jauh lebih abadi yaitu kehidupan pasca kehidupan dunia, hidup di Dunia hanyalah sebagai sarana atau jalan yang harus kita lalui untuk menuju kehidupan haqiqi orang jawa bilang bahwa hidup didunia ini ibarat ”mampir ngombe” atau sekedar mampir untuk minum pada saat dahaga dan itu berarti belum sampai pada tujuan yang akan dicapai.

Menjadi manusia ideal yang bisa menyeimbangkan kehidupan Dunia dan akherat tidaklah mudah bahkan cenderung teramat sulit karena selalu ada saja rintangan dan halangan yang selalu mengikuti tanpa kenal lelah, cobaan dan godaan hidup akan selalu silih berganti, dari godaan yang paling menyenangkan hingga godaan yang sangat menyedihkan pada saat goda dan cobaan itu bisa kita lalui maka kita akan mendekati manusia ideal, salam.

16 Agustus, 2009

Sudahkah Hati Dan Jiwa Kita Merdeka

Besuk tepatnya tanggal 17 Agustus 2009 adalah hari Kemerdekaan Negeri tercinta Indonesia ini yang ke 64 banyak sudah yang telah di lewati selama 64 Tahun perjalanan Negeri ini, senagng , sedih, suka dan duka telah mewarnai kehidupan kita secara pribadi dan lingkungan dimana tempat kami tinggal sebenarnya sudah bisa menikmati kehidupan udara kemerdekaan, karena kebetulan tempat dimana kami tinggal merupakan sebuah perumahan yang di huni oleh orang-orang yang ysebagian besar mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, tapi tak lebih dari 500 meter dari tempat kami ada potret yang berbeda kemiskinan masih begitu kelihatan.

Meskipun kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta dan jabatan, boleh jadi mereka yang hidup dalam kategori miskin jauh lebih bahagia hatinya daripada yang hidup berkecukupan, sempat seorang teman kami mengatakan meskipun badan kita merdeka tapi sebenarnya jiwa dan hati kita belum merdeka, yah itulah yang terjadi dengan masyarakat modern sekarang ini hati dan jiwanya terkadang masih terbelenggu dengan, jabatan, harta, dan segala hal yang berbau nafsu duniawi entah sampai kapan hal ini akan terus bercokol di jiwa manusia seperti kita, haruskah maut yang memerdekakan hati dan jiwa kita, salam

10 Agustus, 2009

Nordin M. Top Akhirnya Tertangkap dan Tewas

Gembong Teroris Nurdin Muhammad Top Tewas setelah terjadi baku tembak dengan aparat keamanan hampir 18 jam di kediaman Muh Zahri Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah meski menurut informasi awal ada 4 orang yang berada di dalam rumah tersebut tapi pada kenyataannya hanya ada satu orang yang diduga kuat adalah Nordin.

Sebagian orang meragukan Bahwa yang tertembak dan tewas tersebut adalah Gembong teroris tersebut, karena mereka merasa heran Seorang tokoh sekaliber Nurdin tidak ada yang mengawal atau mendampinginya di persembunyiannya,Pihak kepolisian hingga saat ini juga belum mengumumkan kepada publik tentang siapa sebenarnya mayat hasil perburuan yang melelahkan tersebut, sebagai warga Negara Indonesia kita semua berharap tidak ada aksi terror lagi sehingga Negeri ini menjadi aman dan damai menyambut ulang Tahun Kemerdekaan yang ke 64 ini, Dirgahayu Negeriku, Dirgahayu Bangsaku.

07 Agustus, 2009

Tokoh Sastra Itu Telah Pergi

Meskikipun engkau telah meninggalkan kami semua tapi karya-karya besarmu tetap abadi dan akan di kenang sepanjang masa oleh rakyat di Negeri kita tercinta ini, WS Rendra adalah seorang tokoh sastrawan besar Indonesia yang hingga akhir hayatnya tetap mengabdi pada Dunia sastra Di Indonesia semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan dosa-dosa nya diampuni sehingga dia akan damai disisiNya, Selamat jalan Tokoh Sastra terbesar abad ini namamu akan tetap dikenang dalam keabadian

04 Agustus, 2009

Selamat Jalan Mbah Surip

Setelah beberapa bulan terakhir wajahnya sempat menhiasi media cetak dan elektronik kini mbah surip telah pergi ke Aalam baka semoga diterima disidiNya, sekali jodoh, rizki dan ajal adalah sesuatu yang misterius kedatangan dan kepergiannya tidak pernah terduga sebelumnya kalau bisa memilih pastilah orang seperti mbah surip ndak akan mau mati dalam keadaan sedang dalam puncak popularitas, tapi Tuhan Berkehendak lain selamat jalan mbah Surip, selamat jalan sang fenomenal, semoga engkau damai disisiNya dalam keabadian